SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Seorang penjual durian menjadi korban penjambretan disertai kekerasan di Jalan Raya Kalijaten, tepatnya di depan Masjid Assidiq, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jumat (30/1) dini hari.
Beruntung, satu pelaku berhasil diamankan warga setelah sempat melukai korban. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00. Saat itu, korban Akhmad Jayus, 30, tengah berjualan durian di pinggir jalan dengan menggunakan mobil pikap. Tanpa disangka, dua pelaku yang berboncengan sepeda motor mendekat dan langsung melancarkan aksinya.
Kapolsek Taman Kompol Kanisisius Franata mengatakan, pelaku merampas hand phone korban dengan ancaman senjata tajam. Salah satu pelaku turun dari sepeda motor dan langsung merampas handphone korban dengan menggunakan pisau. "Korban sempat berusaha mengejar dan mempertahankan pelaku, namun justru mengalami luka akibat senjata tajam,” ujar Kompol Kanisisius Franata, Jumat (30/1).
Dalam upaya perlawanan itu, korban sempat memegangi pelaku hingga sepeda motor terjatuh. Namun, pelaku yang dibonceng melakukan serangan menggunakan pisau sebelum akhirnya ditangkap warga sekitar.
Sementara satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri membawa sepeda motor. Korban yang mengalami luka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani Visum Et Repertum (VER). Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah pisau dapur, pakaian milik pelaku, serta casing hand phone korban.
Pelaku yang berhasil diamankan diketahui bernama Su'ud, 29, warga Kecamatan Taman, Sidoarjo. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Taman untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Pelaku yang tertangkap sudah kami amankan dan saat ini dalam proses penyidikan. Kami juga masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang melarikan diri,” tegas Kapolsek.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 479 Ayat (1) dan (2) huruf c dan d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang pencurian dengan kekerasan. Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Wiyung Surabaya karena diduga pelaku sebelumnya beraksi di wilayah tersebut.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
