SIDOARJO, iNews.sidoarjo.id - Sejumlah petani tambak udang vaname, udang windu dan ikan Bandeng di Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami kerugian akibat banjir rob yang masih terjadi pada Jumat 9/1/2026.
Ratusan hektare lahan tambak di sekitar wilayah desa Rangkah kidul, Pucanganom, dan Bluru, terendam air laut pasang yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Selain merendam tambak, banjir rob juga menyebabkan tanggul tambak jebol, hingga menghanyutkan udang vaname, udang windu, dan ikan bandeng berkualitas ekspor, yang hampir memasuki masa panen.
Salah satu petambak, Irfan, mengatakan kondisi tersebut memaksa para petambak menunda waktu panen. “Banjir rob kali ini tidak hanya menyapu hasil tambak, namun juga merusak tanggul dan pintu air. Bahkan lumpur ikut terbawa masuk ke gubuk tempat tinggal penjaga tambak,” ujar Irfan.
Sejumlah petani tambak mengawasi area tambak yang terendam banjir rob. Foto:ist.
Meski awalnya hanya salah satu pintu air atau laban yang jebol, namun akhirnya berdampak pada tambak lainnya, saat banjir rob kembali melanda. “Sejumlah tambak lain yang awalnya tidak terendam, akhirnya juga banjir, hingga komoditi tambak yang siap dipanen, ikut hanyut,” imbuhnya. Alhasil, petani tambak tidak bisa memastikan jumlah hasil panen yang akan didapat nantinya.
Akibat hilangnya sebagian besar hasil tambak yang siap dipanen dan kerusakan tanggul akibat terjangan rob, para petani tambak ditaksir mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Saat ini para petani tambak hanya menunggu waktu panen, yang rencananya akan dilakukan setelah banjir rob surut dan diperkirakan tidak lagi terjadi.
Mereka juga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban mereka, khususnya dalam perbaikan tanggul tambak yang rusak akibat terjangan banjir rob.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
