SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id- Tradisi khataman Al Quran atau khatmil Quran, adalah kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat muslim di Indonesia. Kegiatan ini biasa dilakukan rutin tiap bulan, maupun pada momen-momen tertentu, misalnya di akhir bulan Sya’ban.
Seperti yang dilakukan salah satu warga di kawasan perumahan Citra Garden, Sidoarjo, sepekan menjelang datangnya Ramadan. Namun berbeda dengan umumnya, pada khataman kali ini yang dibaca adalah Al Quran kuno yang ditulis oleh Ki Atma Perwita, salah satu abdi dalem Keraton Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo), di kisaran tahun 1788-1820 Masehi, atau era kekuasaan Sri Susuhunan Pakubuwana IV.
Peristiwa langka itu terjadi di rumah Erwin Dian Rosyidi, 12 Februari 2026. Bukan tanpa sebab, pasalnya Al Quran kuno beriluminasi emas berusia 200 tahun lebih tersebut adalah salah satu koleksinya. Jalannya hataman Al Quran kuno tersebut dipimpin oleh KH. Mas Rofik dari pesantren Al Haqiqi Sidoresmo Surabaya, dibantu dengan tiga orang hafidz (penghafal Al Quran).
Selain pembacaan Al Quran berusia ratusan tahun, hal menarik lainnya pada acara tersebut adalah kedatangan Kyai Ahmad Faruq, salah satu ngulama (ulama) Keraton Surakarta Hadiningrat. Menurut Erwin, kyai Ahmad Faruq hadir, atas perintah Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Pakubuwana XIV Hangabehi.
Erwin mengatakan khataman Quran kuno itu dilakukannya setiap bulan, namun kali ini ia sangat bangga dan bersyukur dengan kehadiran Kyai Ahmad Faruq, dari keraton Surakarta. “Saya sangat bersyukur Mas, apalagi khataman Qur’an tulisan tangan berusia 200 tahun lebih ini, dihadiri dan didoakan oleh ngulama keraton Surakarta,” ungkap Erwin.
“Beliau mendoakan kebaikan dan keselamatan bagi semua. Beliau juga menitip bantuan doa, agar keraton Surakarta selalu dalam perlindungan Allah,” imbuh pria 45 tahun tersebut. Menurut Erwin yang juga mengoleksi beberapa Al Quran kuno, mushaf Al Quran beriluminasi emas yang ditulis tangan oleh Ki Atma Perwita, atas perintah Pakubuwono IV, hingga saat ini diketahui ada tiga buah di Indonesia.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
