SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Potensi cuaca ekstrem menjadi perhatian serius penyelenggara operasional Bandara Internasional Juanda pada awal tahun 2026 ini. Apalagi pekan lalu, hujan deras dan angin kencang sempat memporak-porandakan area parkir bandara Juanda, menumbangkan sejumlah pohon, serta merusak beberapa fasilitas di area bandara.
Menyikapi hal itu, bandara internasional Juanda melakukan koordinasi intensif dengan Lanudal Juanda, otoritas bandar udara Wilayah III, AirNav Surabaya, BMKG Juanda, maskapai, dan ground handling, untuk memastikan operasional berjalan sesuai ketentuan keamanan dan keselamatan.
General manager bandara internasonal Juanda, Muhammad Tohir mengatakan, sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem, bandara Juanda memperkuat mekanisme mitigasi gangguan penerbangan, melalui peningkatan koordinasi real time dengan BMKG Juanda, terkait informasi cuaca ekstrem, serta pengetatan pemeriksaan periodik fasilitas di kawasan terminal maupun disisi udara. “Bandara internasional Juanda juga memastikan berjalannya SOP (standard operating procedure) dalam penanganan cuaca ekstrem, yang berdampak pada keselamatan penerbangan maupun keamanan area publik. Hal itu untuk memastikan layanan bandara sesuai dengan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan,” ujar Tohir, Sabtu (17/1/2026).
Sementara itu, BMKG Juanda memprakirakan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur khususnya, masih berpotensi terjadi pada rentang tanggal 11 hingga 20 Januari 2026. Hal itu dikarenakan sebagian besar wilayah di Jawa Timur memasuki puncak musim hujan, pada pertengahan Januari 2026. Kondisi ekstrem itu bisa menyebabkan hujan i tensitas sedang hingga deras, angin kencang, sungai meluap, banjir bandang, hingga tanah longsor.
Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan potensi cuaca ekstrem yang naik signifikan pada kurun 10 hari, diprediksi akan berdampak pada aktivitas dan layanan masyarakat. “Masyarakat dan instansi terkait harus waspada terhadap gangguan cuaca ekstrem. Sehingga, mengetahui prakiraan cuaca menjadi sangat penting untuk mengantisipasi adanya kerusakan maupun korban terdampak cuaca ekstrem,” ujar Taufik.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
