Berhasil di RJ Kejari Sidoarjo, Ini Kisah Wahyu yang Gelapkan Motor Bosnya untuk Berobat Ibunya

Nanang Ichwan
Kajati Jatim Kuntadi bersama Kadis LHK M Bahrul Amiq ketika memakaikan baju simbolis kerja ke Wahyu usai dilaksanakan RJ. Foto: Nanang Ichwan.

Wahyu merupakan pekerja yang bekerja percetakan stiker, usaha milik Zainal Arifin, yang notabenya korban. Wahyu merupakan anak sulung dari tiga bersaudara dan kedua adiknya laki – laki dan perempuan mengalami keterbelakangan mental.

Wahyu merupakan tulang punggung keluarga. Ia ditinggal wafat ayahnya pada tahun 2008 silam. Selepas itu, ia tinggal bersama ibu dan dua adikknya di tempat kos. Kondisi ibunya pun sakit parah hingga saat ini masih di rawat di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Kondisi tersebut membuat Wahyu gelap mata. Ia menjual motor milik majikannya yang dipinjamkannya, seharga Rp1,5 juta melalui akun medsos Facebook hingga akhirnya terjual Rp 1.050.000. Uang tersebut untuk membiayai ibunya berobat dan menghidupi kedua adiknya.

Hal itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Taman, yang merupakan tempat peristiwa pidana tersebut. Wahyu akhirnya diamankan Polsek Taman dan ditahan sejak akhir April 2025. Pun demikian, Wahyu akhirnya mencarikan uang mengembalikan uang ke korban saat proses penyidikan, sebagai pengganti motor yang dijual tersebut.

Kasus tersebut akhirnya dilimpahkan penyidik Polsek Taman ke Kejari Sidoarjo hingga akhirnya dilakukan RJ dan pihak korban sepakat.

Wahyu bukan karena jahat, tapi karena himpitan ekonomi, dua adiknya berkebutuhan khusus dan ibu yang sakit-sakitan membuat Wahyu terdesak gelap mata hatinya. “Penegakan hukum harus memberikan makna dan manfaat bagi masyarakat di mana hukum itu ditegakkan,” tegas Dr. Kuntadi, SH., MH., Kepala Kejati Jatim, dalam kegiatan kunjungannya di Kejari Sidoarjo didampingi Kajari Sidoarjo Zaidar Rasepta.

Sementara salah satu keluarga Wahyu, Bu Mi, menceritakan jika Wahyu sebelum kerja di percetakan, sempat kerja di gudang Trosobo namun keluar karena tak kuat. "Kami hidup pas-pasan. Dua adiknya autis. Ibunya stroke. Dia satu-satunya harapan keluarga sebagai tulang punggung menyambung hidup," ungkapnya.

Editor : Aini Arifin

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network