Ratusan Atlet Demo di Blitar, Tuntut Dana Hibah dan Kantor KONI Dikembalikan
BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Ratusan atlet, pelatih, wasit, dan pengurus cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar menggelar aksi demonstrasi damai di Kantor DPRD dan Kantor Wali Kota Blitar, Senin (6/9/2026).
Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar segera mencairkan dana hibah olahraga yang tertunda serta membuka kembali akses kantor sekretariat KONI Kota Blitar.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan insan olahraga karena belum adanya kepastian terkait anggaran dan fasilitas administrasi KONI. Kondisi itu dinilai dapat mengganggu persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2027.
Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, yang juga menjabat Wakil Wali Kota Blitar, hadir di tengah massa. Dia menegaskan aksi tersebut bukan atas instruksinya, melainkan murni aspirasi para atlet, pelatih, wasit, dan pengurus cabor. "Kami selaku Plt menyuarakan para adik-atlet. Yang hadir hari ini semuanya, mulai dari atlet, wasit, pelatih hingga pengurus. Kami sudah menyampaikan agar acara berjalan tertib dan aman," kata Elim di lokasi aksi.
Menurutnya, berbagai upaya komunikasi dengan Pemkot Blitar telah dilakukan. Pihak KONI, kata Elim, bahkan telah mengirimkan tiga surat permintaan audiensi kepada Wali Kota Blitar. Namun, surat tersebut disebut belum mendapatkan jawaban.
KONI juga telah mengikuti hearing bersama DPRD Kota Blitar yang melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta sejumlah ketua cabor yang juga merupakan anggota DPRD. "Kami sudah menunggu lama. Dari awal, kami mengikuti kemauan pemerintah kota. Rekomendasi dari DPRD sudah dikirim ke Pemda, namun hasilnya nihil. Tidak ada tanggapan," ujarnya.
Elim mengatakan persoalan tersebut berawal dari proses pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar melalui Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot). Hasil musyawarah yang menetapkan ketua umum kemudian dinilai belum sesuai oleh Pemkot Blitar. Ketua terpilih selanjutnya mengundurkan diri dan posisi tersebut diisi Elim sebagai Plt Ketua KONI Kota Blitar.
Elim membantah anggapan bahwa status Plt menjadi kendala dalam pencairan dana hibah. Dia menyebut surat keputusan terkait status tersebut telah diterbitkan dan pihaknya telah berkoordinasi dengan KONI Pusat serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. "SK sudah turun, semuanya sudah sesuai. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kemenpora serta KONI Pusat, dan mereka menyatakan Plt itu sah dan memiliki kewenangan," tegasnya.
Aksi tersebut kemudian berujung pada penandatanganan nota kesepakatan antara perwakilan KONI, DPRD, dan Pemkot Blitar.
Nota kesepakatan ditandatangani oleh Plt Ketua KONI Kota Blitar Elim Tyu Samba, Ketua DPRD Kota Blitar Sahrul, dan Pj Sekda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono.
Dalam kesepakatan tersebut terdapat dua poin utama, yakni percepatan pencairan dana hibah olahraga yang tertunda serta pengembalian akses dan penggunaan kantor sekretariat KONI Kota Blitar.
Elim berharap kesepakatan tersebut segera direalisasikan pemerintah daerah. "Harapannya dari nota kesepakatan tersebut, pemerintah daerah tidak ingkar janji. Batas waktunya hari ini. Jika hari ini tidak ada kejelasan, kami harus diskusi lagi dengan seluruh pihak," katanya.
Sementara itu, Pemkot Blitar membantah sengaja mengulur-ulur pencairan anggaran KONI. Pj Sekda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono mengatakan penundaan dilakukan untuk memastikan seluruh proses administrasi sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan. "Pada prinsipnya Pemkot ini sangat menghormati apa yang disampaikan oleh teman-teman dari KONI. Namun kami harus melaksanakan semua ini sesuai aturan yang berlaku," ujar Tri Iman.
Terkait kantor KONI, Tri Iman menjelaskan aset tersebut merupakan milik masyarakat Kota Blitar sehingga pemanfaatannya harus didasarkan pada kewenangan hukum yang sah. "Pihak yang memanfaatkannya harus memiliki kewenangan hukum yang sah untuk menandatangani perjanjian," katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi mengenai realisasi secara fisik atas nota kesepakatan tersebut.
Di sisi lain, Elim menyayangkan adanya dugaan provokasi menjelang aksi. Dia menyebut sempat beredar pesan berantai yang mengatasnamakan KONI Kota Blitar dan mengarah pada ajakan untuk membuat kericuhan. "Kami sangat menyayangkan hal tersebut. Dari awal kami sudah antisipatif dengan memasang gelang berwarna pink untuk memantau situasi. Kami tegaskan, KONI Kota Blitar selalu mengikuti permintaan pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban," pungkasnya.
Aksi ratusan insan olahraga tersebut berlangsung kondusif. Kini, perhatian publik tertuju pada realisasi dua poin kesepakatan antara KONI, DPRD, dan Pemkot Blitar, terutama terkait dana hibah dan penggunaan kembali kantor sekretariat KONI.
Editor: Hidayat Adi