Empat Warung Kopi Tersembunyi di Sidoarjo, Disisir Petugas
SIDOARJO, iNewsSidoqrjo.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo menggelar razia pelajar yang diduga membolos saat jam belajar, Kamis (20/8/2026). Petugas menyisir sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar, termasuk empat warung kopi yang berada di lokasi tersembunyi di wilayah Kecamatan Sidoarjo dan Kecamatan Buduran.
Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah pelajar berada di warung kopi ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Para pelajar kemudian didata dan diberikan pembinaan langsung di lokasi.
Plt Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sidoarjo, R Novianto Koesno Adi Putro, mengatakan razia dilakukan sebagai langkah pencegahan agar pelajar tidak meninggalkan sekolah saat jam pelajaran. “Razia ini untuk mencegah siswa bolos sekaligus mengantisipasi peredaran minuman keras dan narkoba di kalangan pelajar,” kata Novianto, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, petugas sengaja menyisir sejumlah warung kopi yang dinilai menjadi lokasi berkumpul pelajar pada saat jam belajar. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya berbagai potensi gangguan ketertiban dan kenakalan remaja. “Setelah menemukan pelajar yang berada di warung kopi, petugas melakukan pendataan dan pembinaan di tempat,” terangnya.
Petugas tidak hanya memberikan teguran, tetapi juga mengingatkan para pelajar mengenai pentingnya mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Pendataan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan sekaligus pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan pengawasan terhadap aktivitas pelajar harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya mencegah kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga. “Upaya seperti ini akan terus kami lakukan. Anak-anak harus mendapatkan pengawasan yang baik, baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah,” tegas Subandi.
Subandi juga meminta pihak sekolah meningkatkan pengawasan selama jam pelajaran. Di sisi lain, orang tua diminta membangun komunikasi yang aktif dengan sekolah untuk mengetahui aktivitas anak di luar lingkungan pendidikan. “Orang tua harus ikut mengawasi. Sekolah juga harus aktif. Semua pihak bisa ikut berperan,” katanya.
Dia menambahkan, pengawasan secara bersama-sama diperlukan agar pelajar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berpotensi memicu kenakalan remaja, termasuk penyalahgunaan minuman keras maupun narkoba. "Razia ini menjadi salah satu bentuk langkah preventif untuk memastikan pelajar tetap berada di lingkungan pendidikan selama jam sekolah," pungkasnya.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan