get app
inews
Aa Text
Read Next : Tragis! Bonceng Ibu, Remaja 15 Tahun Tewas Tertabrak Truk di Sidoarjo

Rutin Ikuti Pengajian, Narapidana Kasus Asusila di Lapas Porong Sidoarjo Mengaku Sadar

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:40 WIB
header img
Suasana pengajian di lapas kelas I Surabaya (lapas Porong) menjadi pembinaan rohani narapidana. Foto:ist

SIDOARJO, inewsSidoarjo.id – Lantunan ayat suci Al-Qur'an dan kajian keagamaan yang rutin menggema di Masjid Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, menjadi ruang perenungan bagi para warga binaan

Bagi sebagian narapidana, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan titik balik untuk menyesali perbuatan dan menata kembali kehidupan.

Salah satunya dirasakan narapidana kasus asusila terhadap anak di bawah umur berinisial GN, 53. Pria yang divonis tujuh tahun penjara itu mengaku pembinaan keagamaan selama menjalani hukuman telah mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.

GN mengatakan, selama lima tahun menjalani masa pidana, dirinya rutin mengikuti pengajian, khataman Al-Qur'an, hingga kajian Islam yang digelar di dalam lapas. 

Dari kegiatan tersebut, ia mengaku semakin memahami ajaran agama sekaligus menyadari kesalahan yang pernah dilakukannya. "Selama saya di sini, saya sangat sadar. Ternyata benar, kesalahan itu membuat saya benar-benar introspeksi. Mudah-mudahan nanti kalau sudah di luar saya bisa menjadi lebih baik," ujar GN, Kamis (16/7/2026).

Ia menegaskan tidak ingin mengulangi perbuatannya setelah bebas nanti. Menurutnya, materi keagamaan yang diterimanya selama di lapas benar-benar menyentuh hati. "Tidak akan mengulangi lagi. Pengajian di sini benar-benar masuk ke kalbu. Saya sadar betul atas kesalahan yang saya lakukan," katanya.

GN menilai pembinaan keagamaan di Lapas Porong menjadi "obat hati" yang membantunya memperbaiki diri selama menjalani hukuman. "Selama ada pengajian seperti ini, saya semakin memahami ibadah dan agama. Ilmu yang saya dapat sangat bermanfaat. Saya merasa mendapatkan obat di sini. Alhamdulillah, saya benar-benar sadar," ungkapnya.

Ia juga mengakui perbuatannya telah membawa dampak besar bagi keluarganya. "Satu keluarga merasa dirugikan karena ulah saya. Mudah-mudahan saya bisa dimaafkan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Surabaya Andik Ariawan menjelaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu program utama dalam pembinaan kepribadian warga binaan. 

Program tersebut melibatkan penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo serta berbagai lembaga yang peduli terhadap pembinaan narapidana.

Menurut Andik, warga binaan tidak hanya memperoleh pembinaan keterampilan, tetapi juga pendidikan agama, bahkan tersedia madrasah bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu keagamaan.

Setiap malam Jumat, seluruh blok secara bergiliran menggelar yasinan dan tahlil. Selain itu, setiap hari berlangsung kajian rutin di masjid lapas, kegiatan hadrah, hingga pembinaan tahfiz Al-Qur'an. 

Khusus setiap Kamis, materi keagamaan diisi oleh penyuluh dari Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo.

Andik mengatakan pembinaan keagamaan yang telah berjalan bertahun-tahun itu terbukti membawa dampak positif terhadap kondisi psikologis dan spiritual warga binaan. "Yang pasti saya selalu tekankan kepada mereka agar mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Salah satunya dengan rutin mengikuti kegiatan keagamaan dan salat berjamaah. Itu membuat mereka lebih tenang menjalani masa pidananya," ujarnya.

Untuk menjaga keamanan, salat berjamaah di masjid dilaksanakan pada waktu Zuhur, Asar, dan Magrib, sedangkan salat Subuh dan Isya dilakukan di kamar hunian. Meski demikian, banyak warga binaan tetap melaksanakan salat berjamaah bersama teman sekamar. "Alhamdulillah, program keagamaan ini berhasil. Nilai-nilai agama mulai meresap ke dalam hati mereka. Harapannya, setelah bebas nanti mereka benar-benar menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama," pungkas Andik.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut