Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi Pekat Diduga Bocor, Satpol PP Sidoarjo Tetap Amankan Miras dan LC, Mimik: Sikat Habis!
Advertisement . Scroll to see content

Pria Misterius di Mobil ASN Bangkalan Masih Dicari, Korban Diduga Tewas Sebelum ke Juanda

Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:30 WIB
  • author Nanang Ichwan
Pria Misterius di Mobil ASN Bangkalan Masih Dicari, Korban Diduga Tewas Sebelum ke Juanda
Pria Misterius bermasker terekam CCTV keluar dari mobil korban. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Misteri kematian Ruli Setiawan, ASN Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di kawasan Bandara Juanda, Sedati, Sidoarjo, semakin mengundang tanda tanya. Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkap ciri-ciri pria misterius yang terekam kamera CCTV berada di dalam mobil korban sesaat sebelum jasad Ruli ditemukan.

Menurut Risang, sosok pria tersebut hingga kini belum dikenali oleh pihak keluarga maupun rekan kerja korban. Foto pria itu telah diperlihatkan kepada keluarga saat proses autopsi dan juga kepada sejumlah rekan sekantor korban.

Namun, tidak seorang pun mengaku mengenalnya. "Yang terlihat hanya rambut ikal di bagian pinggir, kulit putih, memakai kacamata minus, menggunakan jam tangan di tangan kiri, serta memakai masker. Dari gerak-geriknya juga tidak ada yang terasa familiar bagi keluarga maupun rekan kerja," ujar Risang, Jumat (26/6).

Risang juga menegaskan bahwa Ruli sehari-hari selalu mengemudikan sendiri mobil dinas yang digunakannya. Korban tidak memiliki sopir pribadi maupun sopir dinas tetap. "Beliau sangat mahir mengemudikan mobil dan memang tidak didampingi sopir pribadi untuk kegiatan dinas sehari-hari," katanya.

Lebih lanjut, pihak keluarga menduga korban telah meninggal dunia sebelum mobil dinas tersebut memasuki kawasan Bandara Juanda. Dugaan itu didasarkan pada rekaman CCTV, hasil autopsi sementara, serta informasi yang dihimpun dari keluarga. Berdasarkan rekaman CCTV, mobil korban baru memasuki area bandara sekitar pukul 16.00 WIB.

Padahal, pada sekitar pukul 07.00 di hari yang sama, korban masih sempat berkomunikasi dengan suaminya. "Kami memiliki dugaan bahwa peristiwa penghilangan nyawa terjadi di luar bandara. Kami tidak ingin mendahului penyidik, tetapi berdasarkan informasi yang kami miliki, dugaan tindak pidana itu terjadi sebelum korban masuk area bandara. Dugaan kami, saat masuk ke bandara korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkapnya.

Dugaan tersebut, lanjut Risang, diperkuat dengan hasil autopsi sementara yang menemukan adanya sobekan pada daun telinga kiri korban serta hilangnya anting sebelah kiri. Anting tersebut tidak ditemukan di dalam mobil sehingga keluarga meyakini lokasi ditemukannya jenazah bukan merupakan tempat kejadian pembunuhan. "Dugaan kami, tempat penemuan jenazah bukan merupakan lokasi terjadinya penghilangan nyawa. Peristiwanya terjadi di tempat lain," tegasnya.

Risang juga mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui berada di kawasan Pujon dan Batu, Malang. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, sejak Jumat malam hingga Sabtu korban masih berada di wilayah tersebut. Bahkan sekitar pukul 20.00 WIB korban sempat mengunggah aktivitasnya yang menunjukkan keberadaan di kawasan Batu.

Meski demikian, hingga kini keluarga belum mengetahui dengan siapa korban berada selama berada di Malang. Korban juga tidak pernah menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya akan melakukan perjalanan ke Jakarta. "Korban hanya sempat meminta keluarganya mengirimkan foto sejumlah dokumen, termasuk Kartu Keluarga, untuk suatu keperluan. Selebihnya, keluarga tidak mengetahui rencana perjalanan korban ke Jakarta," pungkasnya.

Editor: Aini Arifin

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut