Kreatif di Berbagai Media, Pelukis Blitar Ini Sulap Dinding hingga Kendaraan Jadi Karya Seni
Menurut Ribut, tantangan terbesar yang dihadapi para seniman lokal saat ini adalah pemasaran karya. Kurangnya pemahaman mengenai strategi promosi membuat banyak pelukis kesulitan mengembangkan usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas. "Untuk masa depan seni lukis, saya kurang paham soal pemasaran atau bagaimana cara memasarkan karya supaya lebih produktif. Mungkin seperti saya ini juga masih kurang maju dalam hal itu," tuturnya.
Terkait harga, Ribut mengatakan biaya pembuatan lukisan sangat bervariasi. Penentuan harga disesuaikan dengan media yang digunakan, tingkat kesulitan, serta luas bidang yang akan dilukis. "Harga lukisan di tembok atau media lainnya berbeda-beda, tergantung medianya dan luas bidang yang dikerjakan," pungkasnya.
Salah satu warga yakni sutopo yang pernah menggunakan jasa membuat lukisan bersama ribu mengaku puas dengan karyanya. Bahkan, sutopo yang juga sebagai ketua karang taruna sering berkolaborasi dalam belajar seni bersama ribut.
Salah satu warga Desa Sumberurip yakni Sutopo, mengaku sangat faham dengan hasil karya Ribut. Menurutnya, Sosok Ribut memiliki kemampuan artistik yang baik serta mampu menuangkan ide dan pesan ke dalam sebuah karya seni yang bernilai. "Lukisan Mas Ribut dan hasilnya sangat memuaskan. Karyanya detail, sesuai harapan, dan memiliki nilai seni yang tinggi," ujar Sutopo.
Tak hanya sebatas hubungan antara seniman dan pelanggan, keduanya juga kerap berkolaborasi dalam berbagai kegiatan pengembangan seni di lingkungan masyarakat. Sutopo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Karang Taruna mengatakan bahwa Ribut sering terlibat dalam kegiatan edukasi dan pelatihan seni bagi para pemuda.
Sebagai organisasi kepemudaan, Karang Taruna berupaya memberikan ruang bagi anggotanya untuk mengenal dan mencintai seni budaya daerah. Berbagai kegiatan pun dilakukan, mulai dari belajar melukis, mengenal seni pertunjukan, hingga mempelajari tradisi-tradisi lokal yang mulai jarang dikenal generasi muda. "Selama ini kami sering berdiskusi dan belajar bersama Mas Ribut. Tidak hanya melukis, tetapi juga mengenalkan berbagai bentuk seni dan tradisi lokal kepada anggota Karang Taruna. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah," kata Sutopo.
Ia menilai, pelibatan generasi muda dalam kegiatan seni budaya menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat. "Budaya asing tentu tidak bisa dihindari, tetapi generasi muda juga harus memiliki pemahaman dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Karena itu kami berupaya mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengenalkan seni dan tradisi daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan budaya dari luar," pungkasnya.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan