get app
inews
Aa Text
Read Next : Sempat Hebohkan Warga, Pelaku Pembacokan Perempuan di Sonobekel Akhirnya Dibekuk

Petani Perempuan Blitar Bangkitkan Kopi Robusta Sumberurip, Harga Sempat Tembus Rp70.000 per Kg

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:07 WIB
header img
Sutiani salah satu petani kopi perempuan asal Desa Sumberurip. (Foto: Istimewa).

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Kabut tipis masih menggantung di lereng Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, ketika para petani mulai menapaki kebun kopi mereka. Di balik hijaunya tanaman kopi robusta yang kini menjadi andalan desa, tersimpan cerita tentang ketekunan petani perempuan, salah satunya Sutiani Irawan.

Setiap hari dirinya berangkat ke ladang kopi miliknya, yang berjarak 1 hingga 2 kilometer dari rumahnya. Harga kopi robusta yang sempat melonjak pada panen raya tahun lalu, memberi harapan baru bagi petani.

Saat itu, harga kopi mencapai Rp70 ribu per kilogram sebelum akhirnya turun dan bertahan di angka Rp54 ribu per kilogram hingga sekarang. “Waktu panen raya sekitar bulan Juli hingga Agustus tahun lalu itu, harga sempat Rp70 ribu per kilogram, tapi sekarang turun jadi Rp54 ribu. Sampai sekarang masih bertahan Rp54 ribu,” ujar Selasa. Rabu, (13/6/2026).

Di desa yang berada di kawasan lereng pegunungan ini, kopi robusta menjadi komoditas utama. Sementara kopi arabika hanya bisa tumbuh di daerah yang lebih tinggi. “Jenis kopi itu ada arabika dan robusta. Kalau arabika di wilayah Sumberurip bawah sini tidak mau hidup. Arabika itu hidupnya di daerah pegunungan yang lebih tinggi, seperti di daerah Telogo Gentong. Harganya juga lebih mahal, sekitar Rp90 ribu sampai Rp100 ribu lebih per kilogram,” kata wanita yang pernah merantau ke Bali itu.

Namun lebih dari sekadar soal harga dan jenis kopi, para petani perempuan di Sumberurip juga menunjukkan bahwa sektor pertanian bukan hanya milik laki-laki. Mereka terlibat aktif mulai dari perawatan tanaman hingga masa panen. “Walaupun kita perempuan, selagi kita bisa dan mampu kenapa tidak. Jadi bukan hanya peran laki-laki saja di petani. Kalau perempuan bisa, ya harus ikut maju,” ungkapnya.

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut