Reog Ponorogo hingga Tarian Nusantara Gegerkan Rangkaian Pembukaan HUT Ke-81 RI di Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Pertunjukan seni dan budaya menjadi daya tarik utama dalam pembukaan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Perumahan Taman Candiloka RW 5, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Sabtu (23/5/2026) malam.
Kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai atraksi budaya khas Nusantara, yang melibatkan warga dari 10 RT di lingkungan RW 5. Suasana pembukaan bahkan dibuat menyerupai seremoni ajang olahraga internasional.
Acara diawali dengan arak-arakan dua barongan atau dadak merak, yang diikuti kontingen dari masing-masing RT menuju lapangan utama. Kehadiran kesenian Reog Ponorogo tersebut langsung menyedot perhatian warga yang memadati lokasi acara.
Tidak hanya itu, kelompok ibu-ibu dari RT 9 turut menampilkan tarian Nusantara yang memadukan sejumlah tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan tersebut menjadi simbol keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.
Nuansa budaya semakin terasa ketika 10 ketua RT secara bersama-sama menyalakan obor sebagai simbol semangat kemerdekaan dan persatuan warga. Puncak acara ditutup dengan pertunjukan Reog Ponorogo yang memukau penonton.
Dalam atraksi tersebut, sejumlah pengurus lingkungan, termasuk mantan Ketua RW 5 M Arif Budi Susetyo, turut naik ke atas kepala dadak merak. Ketua Panitia HUT Ke-81 RI sekaligus Ketua RT 9, Abdul Gofur, mengatakan tema kebudayaan sengaja diangkat dalam peringatan tahun ini sebagai bentuk upaya melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. “Ini sekaligus menjadi pengingat bahwa bangsa kita sangat kaya akan keberagaman budaya yang harus terus dijaga dan dihidupkan,” ujarnya.
Menurut dia, rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan di Perumahan Taman Candiloka akan digelar setiap akhir pekan hingga Agustus mendatang. Sementara itu, Ketua RW 5 Seno Purwantomo berharap kegiatan budaya semacam itu mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional. “Sekarang memang era digital, tetapi kami berharap generasi muda di lingkungan kami tidak melupakan keberagaman budaya, bahkan harus ikut melestarikannya,” katanya.
Selain pertunjukan budaya, kegiatan pembukaan juga diramaikan sekitar 30 pelaku UMKM warga setempat yang menjajakan makanan, minuman hingga kue tradisional.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan