Pria Asal Pasuruan Ditemukan Meninggal di Lorong Kosong Kos-kosan Sukorejo Buduran Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia secara mendadak di lorong kos-kosan kosong, Rabu (20/5) siang.
Korban diketahui bernama Muhammad Imron, 30, warga Wonosari Barat, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Jenazah korban ditemukan tergeletak di lorong antara dua kamar kos kosong di Jalan Industri, Desa Sukorejo, Buduran.
Kapolsek Buduran Kompol Subadri mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 13.30 terkait adanya pria meninggal dunia di area kos milik Basuni yang sudah lama tidak berpenghuni. “Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Sidoarjo untuk melakukan olah TKP dan identifikasi jenazah,” ujar Kompol Subadri ke iNews Sidoarjo, Kamis (21/5).
Dari hasil identifikasi menggunakan sidik jari melalui alat IPS, korban diketahui bernama Muhammad Imron. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dengan mulut mengeluarkan busa. “Berdasarkan pemeriksaan luar pada tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka terbuka dan tertutup,” jelasnya.
Menurut keterangan saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia korban sempat terlihat berjalan sempoyongan di sekitar lokasi. Korban juga sempat berhenti di sebuah warung kopi (warkop) sebelum masuk ke lorong kos-kosan kosong tersebut. “Saksi melihat korban berjalan sempoyongan dari arah timur ke barat, lalu masuk ke lorong samping warkop menuju area belakang kos. Tidak lama kemudian terdengar suara seperti orang muntah,” ungkapnya.
Sekitar pukul 12.30 WIB, salah satu penghuni kos melihat korban sudah dalam kondisi tergeletak dan tidak bergerak di lorong kosong antara dua kamar kos yang tidak berpenghuni. Polisi kemudian melakukan penelusuran dan menemukan kamar kos korban di lokasi berbeda, yakni di kos milik Kemin. Di dalam kamar tersebut ditemukan sepeda motor Honda Vario merah milik korban dan telepon genggamnya.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan di kamar korban, di antaranya obat pereda nyeri Mefenamic Acid dan obat antiseptik mulut serta tenggorokan. “Dari keterangan keluarga, korban sebelumnya memang mengeluh sakit gigi dan pusing. Jika sakit giginya kambuh, korban disebut sering mengkonsumsi berbagai obat sakit,” terangnya.
Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk dilakukan pemeriksaan luar atau Visum Et Repertum (VER). Namun, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. “Hasil pemeriksaan dokter tidak menemukan tanda kekerasan. Untuk penyebab pasti kematian memang tidak dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” pungkasnya.
Editor : Aini Arifin