Ribuan Ikan Mabuk Saat Flushing Bendungan Wlingi Raya, Warga Blitar Berburu di Sungai Brantas
BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Proses flushing atau penggelontoran sedimen di Bendungan Wlingi Raya, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin (18/5/2026) siang, dimanfaatkan warga untuk berburu ikan di aliran Sungai Brantas.
Endapan lumpur bercampur arus sungai atau yang dikenal warga dengan istilah “pladu” membuat berbagai jenis ikan air tawar mabuk dan mudah ditangkap. Warga dari berbagai daerah di Blitar dan sekitarnya memadati tepian sungai maupun anak Sungai Brantas dengan membawa jaring dan alat tangkap sederhana.
Mereka berburu ikan nila, tawes hingga jendil yang bermunculan akibat derasnya arus bercampur lumpur dari proses flushing bendungan. Salah seorang warga Sutojayan, Manto, mengaku mulai mencari ikan sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB.
Dalam waktu sekitar dua setengah jam, dirinya berhasil mendapatkan sekitar lima kilogram ikan air tawar. “Lumayan dapat sekitar lima kilo, ada nila, jendil sama tawes. Buat lauk di rumah, sebagian bisa dijual,” ujar Manto.
Selain untuk dikonsumsi sendiri, hasil tangkapan ikan dari Sungai Brantas yang dikenal gurih tersebut juga dijual warga dengan harga bervariasi mulai Rp25 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram, tergantung jenis ikan. Sementara itu, Kadiv Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas PJT I, Agung Nugroho mengatakan, proses flushing dilakukan untuk menggelontorkan sedimentasi yang mengendap di bendungan.
Sedikitnya sekitar 600 ribu meter kubik endapan lumpur dialirkan ke Sungai Brantas. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharaan dua bendungan di wilayah Blitar guna memperlancar layanan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA serta sistem irigasi. “Flushing ini untuk pemeliharaan bendungan agar fungsi layanan PLTA dan irigasi tetap optimal,” kata Agung.
Meski menjadi momen panen ikan bagi warga, proses flushing di aliran Sungai Brantas dinilai berbahaya bagi masyarakat yang turun langsung ke sungai. Arus deras bercampur lumpur berpotensi menyeret warga sewaktu-waktu.
Petugas mengimbau masyarakat yang mencari ikan agar tetap waspada dan melengkapi diri dengan alat keselamatan saat berada di sekitar aliran sungai.”Kami harapkan agar masyarakat berhati-hati saat mencari ikan,” pungkas Agung.
Editor : Aini Arifin