get app
inews
Aa Text
Read Next : Tabrak Pohon di Kletek Taman Sidoarjo Saat Dini Hari, Pengendara RX King Tewas

Mengenal Jumaadi, Seniman Asal Sidoarjo Karyanya Tembus Museum Dunia

Jum'at, 24 April 2026 | 18:36 WIB
header img
Jumaadi memperlihatkan karyanya yang unik, namun bernilai seni tinggi, hingga mampu menembus pameran di museum dunia. Foto: Hidayat Adi.

Bersama sejumlah rekannya, Jumaadi mengerjakan karya seni di galeri sederhananya di Sidoarjo. Foto: Hidayat Adi.

Galeri komersial berorientasi pada penjualan karya, sementara galeri publik seperti museum lebih menitikberatkan pada apresiasi seni dan sering kali didukung oleh pendanaan institusi. “Kalau di negara maju, museum kota atau nasional biasanya punya anggaran untuk mendukung seniman, termasuk dari riset hingga pameran,” jelasnya.

Kepercayaan dari institusi besar itu bukan tanpa alasan. Jumaadi dikenal konsisten menjaga identitas karyanya yang berbasis teknik manual, meskipun kini mulai berkolaborasi dengan teknologi seperti proyektor dan sistem komputerisasi.

Ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi tidak boleh menghilangkan karakter utama karyanya. “Teknologi itu alat, bukan yang menguasai. Karya saya tetap berbasis handmade, itu identitas yang tidak bisa dilepas,” tegasnya.

Saat ini, Jumaadi tengah mempersiapkan pameran tunggal di museum pada Juni mendatang, serta proyek instalasi dan pertunjukan berskala besar di Australia pada bulan November. Proyek tersebut melibatkan proses panjang, mulai dari riset, penulisan naskah, hingga produksi yang memakan waktu hampir dua tahun. “Saya fokus di sisi artistik sebagai sutradara. Untuk manajemen dan administrasi, itu ditangani tim profesional,” katanya.

Jumaadi tinggal dan menetap di Sydney, Australia hingga sekarang. Di balik pencapaian global tersebut, Jumaadi tetap kembali ke akar: studionya di Sidoarjo. Studio yang dibangunnya sendiri sejak 2001 itu menjadi ruang utama lahirnya ide dan karya-karya yang kini mendunia. “Studio ini saya bangun sendiri. Dari sinilah semuanya berangkat,” ujarnya.

Kisah Jumaadi menjadi bukti bahwa karya seni berkelas internasional tidak selalu lahir dari tempat megah. Dari ruang sederhana di Sidoarjo, ia mampu menembus batas geografis dan membawa nama Indonesia ke panggung seni dunia.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut