get app
inews
Aa Text
Read Next : Perkara KDRT Verbal, Jaksa Tolak Pledoi Bebas Kades Bringinbendo Sidoarjo

Harga Kedelai Impor Naik, Ini Siasat Pedagang Tahu Agar Tetap Bisa Peroleh Untung

Rabu, 15 April 2026 | 14:14 WIB
header img
Nuna, perajin tahu di desa Sepande, Candi, Sidoarjo, memeriksa hasil produksi tahu yang siap untuk dikulak para pedagang tahu. Foto: Hidayat Adi.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Kenaikan harga kedelai impor asal Amerika, berdampak kepada para perajin tahu rumahan di desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Harga kedelai impor saat ini menyentuh angka 10.600, padahal sebelumnya masih di kisaran 9.800-an per kilogram.

Kondisi itu dikeluhkan perajin tahu, meski mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Salah satu pengawas di lokasi produksi tahu rumahan, Nuna, mengatakan para perajin tetap membeli kedelai impor agar usaha mereka tetap berjalan.

Meski untungnya kecil, produksi tahu tetap berjalan. “Mau bagaimana lagi, harga kedelai impor ini naik sejak dua mingguan lalu. Kita tetap beli, karena harus tetap produksi,” ujar Nuna.

Dalam sehari, industri rumahan tahu Nuna bisa memproduksi puluhan lembar tahu, yang kemudian dikulak oleh para pedagang tahu eceran di sekitar desa Sepande. Untuk satu lembar tahu, saat ini dijual seharga 40 ribu rupiah. Naik seribu rupiah dari harga sebelumnya, Rp39.000 per lembar tahu.


Para pedagang terpaksa memerkecil ukuran potongan tahu yang dijual kepada pelanggan, untuk menyiasati naiknya harga kedelai impor yang jadi bahan baku tahu. (Foto : Hidayat Adi)

Meski harga kedelai impor naik tiap tahun, namun para perajin tahu tidak mau beralih ke kedelai lokal, meski harganya lebih murah. Para perajin mengatakan, kualitas kedelai lokal kurang bagus jika dibuat tahu maupun tempe, sehingga mereka khawatir produksinya tidak laku dijual. “ Kedelai lokal memang lebih murah, tapi ya itu, kalau dibuat tahu agak kurang bagus kualitasnya. Nanti kalau dipaksakan, bisa tidak laku,” ujar Nuna.

Sementara bagi para pedagang tahu, kenaikan harga kedelai impor memaksa mereka memutar otak agar untung hasil jualan masih bisa dibuat kulakan dan untuk keperluan keluarga di rumah. Salah satu pedagang tahu, Juli Nurcahyo, mengatakan tetap berjualan meski untungnya kecil.

Untuk menyiasati naiknya harga tahu, ia memperkecil potongannya. “Harga per lembar tahu sudah naik, karena kedelainya juga naik. Kita tetap beli, namun saat jual ke masyarakat, potongannya kita kecilkan,” ujar Juli.

“Kita pedagang hari bisa menyiasati kenaikan harga ini Mas. Masyarakat akhirnya juga paham, potongannya jadi kecil, ya karena harga kedelai naik,” pungkas Juli. Para perajin maupun pedagang tahu berharap harga kedelai impor bisa kembali turun, agar mereka bisa berproduksi dan berjualan kembali secara normal.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut