Lebaran, Omzet Bisnis Kue Kering Rumahan Naik 10 Kali Lipat

“Kini saya mengembangkan membuat aneka varian kue kering, karena selera pelanggan berbeda-beda,” imbuh owner omah cookies itu. Bagi Fenny, kepuasan pelanggan adalah segalanya. Ia rela memilih bahan premium untuk kuenya, untuk menjaga kualitas rasa. Untuk pemasaran, Fenny awalnya dibantu para teman dan koleganya.
Namun kini berkembang lebih luas, dengan semakin masifnya penjualan online melalui media sosial maupun e-commerce. Tak hanya Sidoarjo, pelanggan kue kering Fenny juga berasal dari Bojonegoro, Lamongan dan Surabaya. Tak hanya di momen lebaran, kue kering Fenny juga dipesan untuk merayakan Natal maupun Imlek.
Bahkan untuk memanjakan pelanggannya, Fenny bisa membuat paket hampers sesuai permintaan konsumen. “Kita buat produk untuk menyenangkan pelanggan Mas. Kadang mereka minta hampers kue kering dijadikan satu paket dengan cangkir set maupun piring,” ungkap Fenny.
Harga kue kering buatan Fenny beraneka ragam, tergantung jenis kue dan paketnya. Untuk paket satu boks hampers, biasanya berisi lima jenis kue. Sedangkan untuk paket ekonomis, berisi tiga kaleng kue kering. “Harganya bervariasi Mas, tergantung jenis kue dan paketannya. Ya, kalau di rata-rata, kisaran 40 hingga 150 ribu rupiah,” terang Fenny.
Pada hari biasa, omzet bisnis kue kering Fenny ini biasanya di kisaran 2 juta rupiah per bulan. Namun untuk momen tertentu seperti lebaran, omzetnya bisa naik 6 hingga 10 kali lipat. “Alhamdulillah, kalau pas momen lebaran ini bisa naik pesanannya, bisa berlipat-lipat dibanding hari biasa,” ungkap Fenny. “ Terus juga ini Mas, mungkin pelanggan juga senang dan tidak was-was, karena produk saya ini sudah memiliki izin dan bersertifikat halal,” pungkas Fenny.
Editor : Aini Arifin