Waspada! Jelang Lebaran, Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi di Jawa Timur
Sementara itu, untuk wilayah Jawa Timur dengan topografi curam, dataran tinggi, gunung, dan tebing diharapkan lebih waspada. “ Pada wilayah dataran tinggi, atau curam, dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem bisa berakibat banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang bagi pengendara,” imbuh Taufik.
Sementara itu, menyikapi hujan lebat dan angin kencang yang beberapa hari terakhir terjadi di Sidoarjo, sejumlah warga mengaku meningkatkan kewaspadaannya. Apalagi saat ini sudah banyak warga yang mulai berbelanja ke sejumlah lokasi perbelanjaan, untuk memenuhi kebutuhan lebaran.
Salah satu warga Nur Rahmah mengatakan, jika akan keluar rumah ia selalu melihat kondisi cuaca. Jika mendung terlalu tebal atau hujan lebat, ia memilih menundanya. “ Ini kan musim belanja Mas. Tapi kalau mau keluar rumah, saya dan keluarga selalu melihat kondisi cuaca. Kalau mendung dan terjadi petir lebih baik ditunda,” ujar wanita yang berprofesi sebagai ASN itu. Warga lainnya, Wahyu mengatakan was-was jika mau bepergian.
Apalagi cuaca ekstrem datangnya tiba-tiba. “Seperti di suncity mall kemarin itu Mas, tiba-tiba ada angin kencang hingga merobohkan lapak pedagang di luar mall,” ungkap Wahyu.
“Tapi gimana lagi, ini kan juga sudah banyak orang belanja untuk keperluan lebaran. Jadi kadang-kadang nekat juga meski hujan,”pungkasnya.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memantau kondisi cuaca terbaru yang terus diupdate. Masyarakat bisa terus memantau situs resmi, maupun media sosial BMKG Juanda.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan