Gangguan Refraksi dan Katarak Masih Tinggi, Warga Sidoarjo Antusias Ikuti Pengobatan Gratis
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Gangguan penglihatan seperti kelainan refraksi dan katarak masih menjadi persoalan kesehatan yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Percepatan penanganan melalui alat bantu penglihatan seperti kacamata hingga operasi katarak sangat dibutuhkan, terutama bagi kelompok rentan dan prasejahtera.
Tak heran, puluhan warga antusias mengikuti program Operasi Katarak dan Kacamata Gratis yang digagas Eyelink Foundation bersama BSI Maslahat. Kegiatan ini digelar di Klinik Mata KMU Sidoarjo pada Jumat (27/2/2026), dan berlangsung sepanjang Februari 2026.
Dari hasil pemeriksaan mata di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya, ditemukan banyak warga mengalami gangguan refraksi seperti rabun jauh (minus), rabun dekat (presbiopi), hingga silinder. Keluhan ini menjadi kasus terbanyak, disusul dengan tingginya angka katarak, khususnya pada kelompok usia lanjut.
dr. Miftakhur Rochmah, SpM, Dokter Spesialis Mata sekaligus penanggung jawab Klinik Mata KMU Sidoarjo menjelaskan, katarak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan fungsi penglihatan secara signifikan, bahkan berisiko menimbulkan kebutaan.
“Katarak yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan penurunan fungsi penglihatan secara signifikan, bahkan berisiko menimbulkan kebutaan. Dampaknya tidak hanya pada kemampuan melihat, tetapi juga mempengaruhi kemandirian, produktivitas, hingga kualitas hidup pasien secara keseluruhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penderita gangguan refraksi yang tidak menggunakan kacamata sesuai ukuran juga akan mengalami hambatan dalam beraktivitas sehari-hari, mulai dari membaca, bekerja, hingga berkendara. Karena itu, penggunaan alat bantu penglihatan sangat berpengaruh terhadap optimalisasi fungsi saraf mata dan kenyamanan visual. “Masyarakat saat ini perlu peduli dengan kesehatan mata dan mendapatkan alat bantu penglihatan yang sesuai dengan gangguan mereka,” tuturnya.
Ketua Eyelink Foundation, Muflih Ramadhani, menegaskan bahwa bakti sosial ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mata masyarakat. “Kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan dampak yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan operasi katarak dan kacamata secara gratis,” ujarnya.
Selama Februari, tim medis melakukan skrining dan seleksi untuk menentukan peserta yang memenuhi indikasi medis menjalani operasi katarak tanpa biaya. Sementara masyarakat dengan gangguan refraksi memperoleh kacamata sesuai hasil pemeriksaan, sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan produktif.
Regional Manager BSI Maslahat, Zaini Syam, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen bersama dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan mata, sehingga dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” pungkasnya.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan