Berawal Memperbaiki, Kini Julius Setiawan Jadi Ahli Pembuat Barongsai Beromzet Jutaan Rupiah
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Barongsai menjadi salah satu ikon dalam kegiatan dan acara warga Tionghoa, bahkan kegiatan antar budaya berskala nasional. Tahukah anda bahwa salah satu perajin barongsai asli buatan tangan alias handmade, berasal dari Sidoarjo.
Julius Setiawan namanya, warga perumahan Shoji Land di kecamatan candi, Kabupaten Sidoarjo. Julius memulai awal karirnya sebagai perajin barongsai pada 2006 lalu. Awalnya, pria yang kini berusia 36 tahun tersebut melihat dua barongsai yang dibeli dari Cina untuk pertunjukan tim barongsainya rusak.
Dua barongsai itu dibeli pada kisaran tahun 2000, atas permintaan bupati Sidoarjo saat itu, Win Hendrarso, saat kelompok barongsai milik Julius mulai terbentuk. Hal itulah yang kemudian membuat Julius mencoba memperbaiki barongsai rusak tersebut.
Ia sengaja tidak mau membeli, karena ingin belajar membuat barongsai. “Dari situ saya mulai belajar. Awalnya cuma memperbaiki, lama-lama penasaran bagaimana bikin dari nol,” ujar Julius. Dari awalnya coba-coba, kemampuan Julius semakin meningkat, hingga ia bisa membuat barongsai sendiri.
Alhasil, pada tahun 2010, karyanya mulai dipesan berbagai kelompok barongsai. Kini, ia dikenal sebagai perajin barongsai lokal dengan karakter khas, terutama dari segi corak dan bobotnya yang lebih ringan. Salah satu barongsai yang banyak digunakan saat ini didatangkan dari Vietnam, dengan bahan yang mayoritas dari bambu.
Meski lebih awet, namun barongsai tersebut diakui lebih berat, sehingga cepat membuat lelah para pemainnya. Sementara barongsai buatan Julius menggunakan bahan kain kanvas dan kertas, sehingga lebih ringan saat digunakan. “Kalau punya saya lebih ringan, aman dipakai show lama,” jelasnya.
Proses pembuatan barongsai tergolong rumit, hingga membutuhkan waktu lama. Awalnya dimulai membuat rangka dari bambu, kemudian dilapisi kain dan kertas HVS hingga tiga lapis. Setelah itu barongsai dilukis, dipernis, lalu dipasang bulu domba dan berbagai aksesori.
Editor : Aini Arifin