Cuaca Ekstrem, Menteri LH Khawatir Tanggul Lumpur Jebol
Data dari Satuan Kerja (Satker) SNVT (Satuan Non Vertikal Tertentu) Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) mencatat, volume lumpur yang dikelola masih mencapai sekitar 24 juta meter kubik per tahun. Risiko meningkat tajam saat hujan deras, terutama jika curah hujan mencapai 100 milimeter dalam waktu singkat.
Ketua satker SNVT PPLS, Mahdani, mengatakan petugas di lapangan terus mengoperasikan pompa untuk mengalirkan air hujan ke kolam penampung. Langkah ini dilakukan agar jalur utama Surabaya–Malang tetap aman dari genangan. “Kalau hujan deras dan air tidak segera tertangani, dampaknya bisa membahayakan masyarakat di sekitar area tanggul,” ujarnya.
Selain peninggian tanggul secara berkala untuk mengantisipasi penurunan tanah, pemerintah juga meminta pembaruan dokumen lingkungan sesuai PP Nomor 22 Tahun 2021. Penanganan lumpur ke depan diharapkan lebih terintegrasi dengan perlindungan lingkungan dan tata ruang wilayah. “Pengelolaan volume lumpur ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas tanggul dan keselamatan masyarakat,” pungkas Mahdani.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan kondisi tanggul menggunakan alat pengukur untuk mendeteksi pergeseran struktur. Pemerintah menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan demi mencegah terjadinya bencana di kawasan terdampak lumpur Sidoarjo.
Editor : Aini Arifin