Balita Tewas Diduga Tersengat Listrik, Polisi Periksa Ibu dan Nenek Korban
BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Kasus meninggalnya seorang balita laki-laki berinisial ARR (3) yang diduga kuat tersengat listrik dari Gardu Tiang Trafo (GTT), kini memasuki babak baru. Peristiwa tragis yang terjadi pada Kamis (23/10/2025) lalu saat ini ditangani oleh Polres Blitar.
Korban diketahui meninggal dunia tepat di depan rumah orang tuanya yang berada di Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Kejadian tersebut sempat menggegerkan warga sekitar dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, pasca ibu kandung korban, Maria Ulfa, melaporkan kasus meninggalnya anaknya ke polisi. Ia bersama nenek korban, Nur Janah, dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Keduanya hadir didampingi kuasa hukum keluarga, Nur Ali, SH, dan diperiksa oleh penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Blitar, pada Selasa (6/1/2026). “Kedua klien kami dimintai keterangan sebagai saksi. Total ada sekitar 39 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik,” ujar Nur Ali kepada iNews Sidoarjo.
Menurut Ali, pertanyaan yang diajukan penyidik berfokus pada kronologi kejadian hingga pengasuhan korban sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi.
Serta tentang kondisi box GTT. “Nenek korban dimintai keterangan karena sebelum kejadian dialah yang mengasuh korban. Sedangkan ibu kandungnya adalah yang selama ini turut merawat dan mengasuh korban,” jelas Ali. “Tak hanya itu, penyidik juga menanyakan kondisi box GTT yang berada kurang lebih tujuh meter dari rumah korban,” imbuh Ali.
Setelah proses pemeriksaan selesai, ibu dan nenek korban diperbolehkan kembali ke rumah. Melalui kuasa hukumnya, pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus meninggalnya almarhum ARR secara adil dan transparan.“Kami berharap peristiwa yang mengakibatkan meninggalnya ARR ini dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Apalagi sebelumnya, proses mediasi antara keluarga korban dan pihak terkait yang difasilitasi Polsek Selopuro tidak menemukan titik temu,” pungkas Ali.
Hingga kini, penyidik Polres Blitar masih terus mendalami kasus tersebut, guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.
Editor : Aini Arifin