Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pecah Bintang! Sosok Romel Jangga Wardhana Jadi Sorotan, Siapakah Dia ?
Advertisement . Scroll to see content

Minum Air Bekas Kuda hingga Dibuang 14 Kali dari Pesawat, Ini Fakta Prajurit Kopassus di Medan Opera

Jum'at, 15 Desember 2023 | 09:19 WIB
  • author Sucipto
Minum Air Bekas Kuda hingga Dibuang 14 Kali dari Pesawat, Ini Fakta Prajurit Kopassus di Medan Opera
Kopassus merupakan pasukan elite TNI AD yang selalu melahirkan prajurit-prajurit pemberani dan patriotik di medan operasi. Foto/SINDOnews

JAKARTA, iNewsSidoarjo.id – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan pasukan elite TNI AD yang selalu melahirkan prajurit-prajurit pemberani dan patriotik di medan operasi. Tak heran jika pasukan dengan ciri khas Baret Merah ini kerap dikirim untuk menjalankan tugas operasi baik di dalam maupun di luar negeri.

Ada banyak cerita menarik dan unik yang dialami para prajurit Kopassus selama bertugas. Seperti yang dialami Pelda Sumardi saat bertugas ke Bosnia, salah satu negara pecahan dari Yugoslavia.

Prajurit yang memiliki kemampuan zeni demolisi ini dijuluki sebagai Mardi “Rambo” karena 14 kali diturunkan ke medan operasi. Rekor yang sangat luar biasa karena biasanya prajurit Kopassus paling hanya empat kali bertugas di daerah operasi.

”Sueeneeeeng sekali ke Bosnia. Pesawat itu take off kemudian landing. Ternyata landing itu wuenaaakk sekali,” ucap Mardi Rambo saat ditanya penugasannya ke Bosnia dikutip dari sindonews.com melalui buku berjudul “Kopassus untuk Indonesia” Jumat (15/12/2023).

Bagi Mardi Rambo, penugasannya ke Bosnia merupakan kebahagiaan. Ini tentu berbeda dengan masyarakat sipil, bertugas di daerah konflik merupakan musibah karena nyawa menjadi ancamannya. Namun siapa sangka, kebahagiaan yang dimaksud Mardi Rambo adalah bisa merasakan pesawat landing.

Editor: Yoyok Agusta Kurniawan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut