SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - DPC Gerindra Sidoarjo angkat bicara soal survei terbaru Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang menilai ada penurunan kinerja kepemimpinan Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana.
Tingkat kepuasan publik pada 100 hari pertama pemerintahan mencapai 84,9 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 80,5 persen pada enam bulan pemerintahan, kembali turun menjadi 71,8 persen pada satu tahun, dan kini berada di angka 70,6 persen pada 1,5 tahun pemerintahan. "Penurunan 14,3 persen ini harus menjadi peringatan dini untuk melakukan evaluasi total, bukan dijadikan bahan saling menyalahkan," ucap Sekretaris DPC Gerindra Sidoarjo Achmad Muzayin Syafrial ketika konfrensi pers, Senin (7/9/2026).
Meski demikan, Cak Jayin, sapaan karibnya menyoroti adanya perbedaan pembacaan data antara versi survei dengan pihaknya. Ia menjelaskan, berdasarkan rincian yang disampaikan, tingkat sangat puas sebesar 8,3 persen, puas 35,2 persen, dan cukup puas 25,9 persen. "Jika dijumlahkan, ketiganya menghasilkan angka 69,4 persen, bukan 70,6 persen seperti angka agregat yang dipublikasikan. Karena itu, kami mendorong adanya klarifikasi metodologis secara terbuka agar publik mendapat informasi yang akurat dan benar," tegas pria yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sidoarjo itu.
Terkait hal itu, Gerinda yang notabenya salah satu partai pengusung Subandi - Mimik pun menyampaikan 5 poin sikap merinci poin yang disampaikan menghargai hasil survei ARCI.
Pertama, ucap dia, DPC Gerindra Sidoarjo menghargai survei ARCI sebagai potret persepsi masyarakat, sekaligus mendorong agar metodologi survei transparan supaya hasilnya bisa dibaca publik secara proporsional.
Kedua, sambung dia, mendorong evaluasi dan percepatan kinerja Pemkab Sidoarjo. Ia mendesak adanya evaluasi dan percepatan kinerja Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, terutama di sektor-sektor yang paling langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat. "Ketiga, meminta indikator evaluasi yang jelas dan terukur. Meminta evaluasi kinerja dilakukan pakai indikator jelas. Caranya dengan membandingkan target, realisasi, anggaran, dan manfaat yang dirasakan masyarakat," jelasnya.
Keempat, pihaknya ttap mendukung pemerintahan Subandi-Mimik, tapi dengan fungsi pengawasan. Sebagai partai pengusung, ungkap dia, Gerindra tetap mendukung pemerintahan Subandi-Mimik. "Namun tetap menjalankan fungsi koreksi, pengawasan, dan penyampaian aspirasi masyarakat secara konstruktif," jelasnya.
Kelima, menjadikan elektabilitas sebagai amanah, bukan alasan berpuas diri. Peningkatan elektabilitas Gerindra ditempatkan sebagai amanah dan tanggung jawab. Bukan untuk dipakai sebagai alasan berpuas diri. "Intinya DPC Gerindra Sidoarjo ambil posisi mendukung pemerintahan saat ini, tapi tetap kritis, mendorong transparansi, evaluasi terukur, dan fokus ke pelayanan masyarakat," pungkas dia.
Editor : Hidayat Adi
Artikel Terkait
