SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Tanggul genangan lumpur Sidoarjo di titik 10 D, Kelurahan Siring, Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, bocor pada Jumat dini hari, 1 Juli 2026. Kejadian ini sempat membuat air bercampur lumpur mengalir hingga mendekati jalur rel kereta api yang berada di sekitar kolam penampungan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, material rembesan lumpur tersebut mulai terpantau sekitar pukul 04.00 WIB. Air lumpur awalnya menggenangi kawasan tanggul utama, sebelum akhirnya merembet turun melompati tanggul penahan kedua dan ketiga yang letaknya berdekatan dengan jalur kereta api aktif.
Pihak otoritas terkait langsung bergerak cepat melakukan lokalisasi area setelah menerima laporan kebocoran dari warga dan petugas keamanan. Salah seorang petugas dari Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) yang berada di lapangan mengakui bahwa langkah-langkah darurat segera diambil untuk meminimalkan dampak luapan.
Setelah mendapat informasi, PPLS langsung mengerahkan petugas keamanan dan menghubungi operator alat berat ekskavator, untuk melakukan penanganan, ujar petugas tersebut di lokasi kejadian. Sekitar pukul 06.50 WIB, satu unit alat berat ekskavator ponton dikerahkan ke titik kebocoran, untuk memulai proses penutupan dinding tanggul yang jebol menggunakan urukan tanah, guna membendung aliran air lumpur agar tidak semakin meluas.
Peristiwa bocornya tanggul ini pertama kali disadari oleh warga sekitar yang beraktivitas di pagi hari. Susastro, salah seorang pemandu wisata di kawasan tanggul lumpur, mengaku melihat air mencurigakan saat hendak mulai bekerja.
Susastro naik ke atas tanggul dan melihat adanya air dan lumpur dari arah pos pangkalan ojek sekitar pukul 5.00 WIB. Setelah didekati, ia mendapati dinding tanggul penahan di titik 10 D telah bocor dan mengalirkan material ke tanggul penahan di bawahnya.
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, volume udara di dalam kolam penampungan memang terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan. "Kami khawatir kalau debit air terus naik, aliran lumpur bisa mengancam rel kereta api maupun Jalan Raya Porong," ungkap Susastro. Jumat (10/7/2026).
Hingga Jumat siang, proses penguatan dan penutupan tanggul yang bocor menggunakan alat berat masih terus dikebut oleh petugas di lapangan. Hal itu guna memastikan struktur pembatas kembali aman dan mencegah meluasnya luapan lumpur ke infrastruktur vital publik.
Editor : Yoyok Agusta Kurniawan
Artikel Terkait
