Misteri Ledakan Petasan di Mushala Blitar, Polisi Temukan Sisa Bahan di Halaman

Yoyok Agusta
Petugas polisi lakukan pembasahan bekas ledakan petasan. Foto:ist

BLITAR, iNewsSidoarjo.id–Warga Dusun Tapan, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar digegerkan oleh ledakan petasan yang terjadi di Mushala Arruba. Selasa (17/3/2026) dini hari. Ledakan diduga berasal dari petasan yang tengah diracik di dalam area mushala.

Dari keterangan Kapolsek Udanawu AKP Achmat Rochan, pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 00.30 WIB. Dugaan sementara, ledakan terjadi tidak lama sebelum laporan masuk. “Anggota menerima laporan sekitar pukul 00.30 WIB. Saat tiba di lokasi, kami langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari saksi-saksi,” ujar Rochan.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah kerusakan pada bagian atap mushala akibat kuatnya ledakan. Selain itu, beberapa barang yang diduga berkaitan dengan petasan telah dipindahkan ke halaman belakang. “Mushala sudah dalam keadaan dibersihkan. Namun anggota masih menemukan sisa-sisa ledakan di belakang halaman mushala. Selanjutnya langsung kami pasang garis polisi,” jelasnya.

Polisi juga bergerak cepat dengan mendatangi korban yang dirawat di RS Al Ittihad Srengat guna memastikan identitas serta kondisi mereka. Namun hingga kini, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan lantaran kedua korban belum bisa dimintai keterangan.

Dua korban diketahui berinisial MZAF (16) dan MAP (19), warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Keduanya saat kejadian berada di lokasi yang merupakan mushala milik keluarga mereka, yang letaknya berada di perbatasan wilayah Blitar dan Kediri. “Korban ada dua orang, masing-masing mengalami luka bakar cukup serius, yakni sekitar 35 persen dan 42 persen. Saat ini belum bisa dimintai keterangan,” ungkap Rochan.


Kapolsek Udanawu AKP Achmat Rochan. Foto:ist
 
Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima selongsong petasan dengan diameter bervariasi, mulai dari 4 sentimeter hingga 8 sentimeter, sebuah oneng, serta beberapa gulungan kertas yang diduga digunakan sebagai bahan peracikan. “Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peran masing-masing serta asal bahan baku petasan tersebut. Mohon waktu,” pungkasnya.


Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network