Saat dilakukan pengecekan, polisi menemukan sejumlah luka memar pada tubuh korban. “Ketika kami cek kondisi jenazah, terdapat banyak luka memar di tubuh korban, di antaranya pada bagian dahi, bibir, dada, perut, hingga paha,” katanya.
Polisi kemudian melakukan interogasi terhadap terduga pelaku. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya dengan menggunakan tangan kosong. “Terduga pelaku mengakui melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan tangan kosong. Saat ini pelaku sudah kami amankan di Polsek Balongbendo untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Setelah itu, Unit Reskrim Polsek Balongbendo berkoordinasi dengan Unit Identifikasi dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sekitar pukul 11.30 WIB, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pusdik Gasum Bhayangkara Porong untuk dilakukan visum.
Berdasarkan informasi sementara, korban diduga telah mengalami kekerasan sejak sehari sebelumnya. Setelah kejadian tersebut, korban sempat ditinggal sendirian di rumah oleh terduga pelaku hingga akhirnya mengalami kejang-kejang pada pagi harinya.
Diketahui, ibu korban telah meninggalkan rumah sekitar satu bulan lalu karena diduga sering mengalami kekerasan dari terduga pelaku. Sehingga saat kejadian, di rumah hanya terdapat korban dan ayahnya. “Untuk memastikan penyebab kematian korban, kami masih menunggu hasil visum dari rumah sakit. Kasus ini masih kami dalami,” pungkasnya.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
