Tentukan Awal Ramadan 1447 H, Rukyatul Hilal di Jawa Timur Dilakukan di 21 Lokasi

Hidayat Adi
Ilustrasi pengamatan hilal menggunakan teropong bintang, yang dilakukan menjelang matahari terbenam. Foto:ist

Semakin besar elongasi, semakin besar peluang hilal dapat teramati. Selain Kanwil Kemenag Jawa Timur, pelaksanaan rukyatul hilal melibatkan hakim pengadilan agama, organisasi kemasyarakatan Islam, BMKG, para ahli ilmu falak, perguruan tinggi, pondok pesantren serta tokoh agama dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor ini bertujuan memastikan proses rukyat berjalan objektif, ilmiah, dan sesuai dengan ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku. Menurut Munir, tantangan di lapangan dalam pengamatan hilal selalu ada, diantaranya keterbatasan lokasi, akses yang sulit, serta kondisi cuaca seperti awan tebal atau mendung.

Semuanya bisa berpengaruh terhadap hasil pengamatan. “Meski demikian, kami tetap optimistis dan berkomitmen melaksanakan rukyat secara transparan dan akuntabel. Hasilnya akan dilaporkan sebagai bagian dari bahan pertimbangan Sidang Isbat di tingkat pusat,” pungkas Munir.

Pelaksanaan Rukyatul hilal penetapan awal puasa 1447 Hijriah diharapkan bisa memberikan kepastian kepada umat Islam, serta memberikan ketenangan dalam pelaksanaan ibadah puasa

Editor : Yoyok Agusta Kurniawan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network