Peristiwa itu juga terekam kamera CCTV milik rumah pemesan jasa. Dalam rekaman, korban terlihat mulai memegangi dada sekitar pukul 13.33, lalu tersungkur sekitar satu menit kemudian. Hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Polisi menduga kuat korban meninggal akibat serangan jantung, mengingat riwayat penyakit yang dideritanya. “Tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan pihak keluarga, almarhum memiliki riwayat penyakit jantung dan pernah menjalani pemasangan ring jantung,” terang Kompol Subadri.
Petugas juga menemukan sejumlah obat jantung di dalam mobil korban, di antaranya Farsorbid 5, serta barang-barang pribadi seperti telepon genggam dan uang tunai. Jenazah sempat dibawa ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk dilakukan visum.
Namun keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. “Pihak keluarga menolak autopsi dan sudah membuat surat pernyataan. Dari hasil pemeriksaan luar di rumah sakit juga dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” pungkasnya.
Diketahui, almarhum merupakan purnawirawan TNI AD dengan pangkat terakhir Kapten Infanteri, yang baru memasuki masa pensiun pada Desember 2025.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
