Dukungan tersebut membuatnya bertekad untuk terus melanjutkan kegiatan ini setiap tahun. “Saya akan terus keliling tiap Agustus, mengganti bendera rusak tanpa memandang siapa pemiliknya,” tambahnya.
Dengan sepeda motor tuanya, Ridwan menyusuri jalan desa, gang sempit, hingga wilayah pelosok. Saat menemukan bendera yang sobek, pudar, atau kusam di halaman rumah warga, ia langsung menggantinya dengan yang baru tanpa biaya.
Tradisi pemasangan bendera merah putih setiap Agustus merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan simbol kedaulatan negara.
Namun, tak jarang ditemukan bendera dalam kondisi tidak layak karena usia atau kurangnya perhatian. “Bendera itu harga diri bangsa, jangan sampai dibiarkan rusak,” tegasnya.
Tak urung, aksi ini kerap mengundang rasa haru dari warga penerima. “Bendera saya sudah kusam dan sobek, belum sempat beli yang baru. Alhamdulillah ada yang peduli mengganti,” kata Mantoyo, salah satu warga desa.
Editor : Aini Arifin
Artikel Terkait
