Seniman Tari Langen Beksan di Blitar Curhat Kendala Pelestarian Budaya, Ini Persoalan Utamanya
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, mengatakan sosialisasi pengembangan budaya lokal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah digelar di sejumlah wilayah, termasuk Tulungagung. Menurut Guntur, perkembangan paguyuban langen beksan di Kabupaten Blitar menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional. “Blitar ini memang luar biasa tumbuh kembangnya kelompok-kelompok atau paguyuban langen beksan dan ini sangat marak sekali. Memang ada beberapa kecamatan yang enggak ada, tapi mayoritas ada,” ungkap Guntur.
Ia mengakui, meskipun kelompok-kelompok seni langen beksan di Blitar cukup banyak, kepemilikan peralatan gamelan secara mandiri masih menjadi persoalan. Bahkan, sejumlah kelompok masih mengandalkan peralatan dari daerah lain, seperti Tulungagung dan Malang. “Blitar walaupun belum punya alat sendiri, alatnya masih ikut alat Tulungagung dan alat Malang, tetapi ini marak luar biasa. Maka kami selaku wakil rakyat mengapresiasi atas semangat gotong royong mereka semua dalam rangka menjaga seni tradisi langen beksan yang ada di Blitar,” jelasnya.
Guntur menyatakan, pihaknya akan mendorong fasilitasi pengadaan peralatan melalui APBD Provinsi Jawa Timur untuk mendukung aktivitas kelompok seni langen beksan di wilayah Blitar. “Maka melalui APBD Jawa Timur kami akan memfasilitasi tentang pengadaan alat-alat untuk menunjang kegiatan-kegiatan langen beksan yang ada di wilayah Blitar,” tegasnya.
Selain mendorong dukungan sarana kesenian, Guntur juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Gebyar Langen Beksan se-Kabupaten Blitar pada Januari 2027. “Seluruh paguyuban langen beksan di Kabupaten Blitar direncanakan akan tampil dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-703 pada 2027 mendatang,” pungkasnya.
Editor: Yoyok Agusta Kurniawan