Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tepergok Curi Motor, Pasangan Suami Istri Diringkus Polisi
Advertisement . Scroll to see content

Seniman Tari Langen Beksan di Blitar Curhat Kendala Pelestarian Budaya, Ini Persoalan Utamanya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:11 WIB
  • author Yoyok Agusta
Seniman Tari Langen Beksan di Blitar Curhat Kendala Pelestarian Budaya, Ini Persoalan Utamanya
Seniman tari langen beksan saat unjuk kebolehannya. Foto:ist

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Puluhan pelaku seni tari langen beksan atau yang lebih dikenal dengan tari tayub berkumpul di salah satu kafe di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Kamis (29/10/2026). Mereka mengikuti sosialisasi pengembangan budaya lokal yang digagas anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi para seniman untuk menyampaikan berbagai kendala dalam melestarikan kesenian tradisional, mulai dari keterbatasan peralatan hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk menunjang kegiatan pertunjukan. Sebanyak 16 paguyuban dari total 18 paguyuban seniman langen beksan di wilayah Blitar Timur turut mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka berharap kesenian tradisional yang telah tumbuh di tengah masyarakat dapat terus berkembang dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Salah satu persoalan yang mencuat adalah keterbatasan kepemilikan alat musik gamelan.

Selama ini, sejumlah kelompok seni masih harus menyewa peralatan setiap kali menggelar pertunjukan. Rusdianto, salah satu seniman tari langen beksan, mengaku kondisi tersebut menjadi kendala tersendiri bagi para pelaku seni dalam menjalankan aktivitas berkesenian. “Selama ini kita terkendala alat gamelan. Kita belum memiliki gamelan sendiri, sehingga harus sewa setiap kali melakukan pertunjukan,” terangnya.

Meski demikian, Rusdianto menyambut positif sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan itu memberikan pemahaman baru mengenai mekanisme pengajuan bantuan kepada pemerintah agar kelompok seni dapat memiliki peralatan sendiri. “Kegiatan sangat bermanfaat buat kami. Saya jadi mengetahui tahapan agar dapat bantuan gamelan,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pemahaman tersebut, paguyuban langen beksan di wilayah Blitar bisa memperoleh dukungan sarana dan prasarana sehingga tidak terus bergantung pada penyewaan gamelan saat menggelar pertunjukan.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, mengatakan sosialisasi pengembangan budaya lokal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah digelar di sejumlah wilayah, termasuk Tulungagung. Menurut Guntur, perkembangan paguyuban langen beksan di Kabupaten Blitar menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional. “Blitar ini memang luar biasa tumbuh kembangnya kelompok-kelompok atau paguyuban langen beksan dan ini sangat marak sekali. Memang ada beberapa kecamatan yang enggak ada, tapi mayoritas ada,” ungkap Guntur.

Ia mengakui, meskipun kelompok-kelompok seni langen beksan di Blitar cukup banyak, kepemilikan peralatan gamelan secara mandiri masih menjadi persoalan. Bahkan, sejumlah kelompok masih mengandalkan peralatan dari daerah lain, seperti Tulungagung dan Malang. “Blitar walaupun belum punya alat sendiri, alatnya masih ikut alat Tulungagung dan alat Malang, tetapi ini marak luar biasa. Maka kami selaku wakil rakyat mengapresiasi atas semangat gotong royong mereka semua dalam rangka menjaga seni tradisi langen beksan yang ada di Blitar,” jelasnya.

Guntur menyatakan, pihaknya akan mendorong fasilitasi pengadaan peralatan melalui APBD Provinsi Jawa Timur untuk mendukung aktivitas kelompok seni langen beksan di wilayah Blitar. “Maka melalui APBD Jawa Timur kami akan memfasilitasi tentang pengadaan alat-alat untuk menunjang kegiatan-kegiatan langen beksan yang ada di wilayah Blitar,” tegasnya.

Selain mendorong dukungan sarana kesenian, Guntur juga menyampaikan rencana penyelenggaraan Gebyar Langen Beksan se-Kabupaten Blitar pada Januari 2027. “Seluruh paguyuban langen beksan di Kabupaten Blitar direncanakan akan tampil dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-703 pada 2027 mendatang,” pungkasnya.

Editor: Yoyok Agusta Kurniawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut