Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ular Sawah Sembunyi di Tumpukan Kasur, Pengunjung dan Karyawan Toko di Gedangan Panik
Advertisement . Scroll to see content

Tak Ingin Hak Atlet Terhambat, Wali Kota Blitar Siapkan Skema Baru Penyaluran Hibah KONI

Sabtu, 12 September 2026 | 07:39 WIB
  • author Yoyok Agusta
Tak Ingin Hak Atlet Terhambat, Wali Kota Blitar Siapkan Skema Baru Penyaluran Hibah KONI
Wali Kota Blitar Mas Ibin (tengah) saat ngobrol bebas (ngobras). Jumat (11/9/2026) malam.

BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membuka opsi baru dalam penyaluran dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Ke depan, dana pembinaan olahraga tidak menutup kemungkinan disalurkan langsung kepada cabang olahraga (cabor) atau dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar.

Wacana tersebut mencuat di tengah banyaknya keluhan atlet dan pelatih terkait pengelolaan anggaran pembinaan olahraga. Pemerintah Kota Blitar ingin memastikan dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi atlet dan pelatih.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan, skema penyaluran dana hibah perlu dikaji agar lebih efektif, transparan, serta tidak terhambat persoalan birokrasi. Menurutnya, opsi pengelolaan melalui Dispora sebenarnya sudah pernah diusulkan ketika KONI Kota Blitar sempat menghadapi persoalan legalitas hukum. "Kemarin sebenarnya sudah kami usulkan ketika KONI sempat bermasalah legalitas hukumnya, opsinya dikelola Dispora. Apalagi ada curhatan bahwa anggaran yang sampai ke atlet itu tidak terlalu besar. Pemerintah ingin mekanisme yang paling gampang agar hak atlet dan pelatih bisa diterima maksimal," tegas Mas Ibin, sapaan akrab Syauqul Muhibbin, saat acara Ngobras Haornas, Jumat (11/9/2026) malam.

Ia mencontohkan mekanisme penyaluran bonus atlet Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang dilakukan Pemkot Blitar. Saat itu, pemerintah mentransfer bonus secara langsung ke rekening atlet dan pelatih tanpa melalui perantara. "Tahun kemarin bonus Rp1.046.000.000 langsung kami berikan kepada atlet, kepada pelatih. Dari pemerintah langsung ditransfer. Ndak ada Rp1 pun atau Rp0 itu diambil pemerintah," katanya.

Ibin menegaskan, Pemkot Blitar tidak menggunakan anggaran yang diperuntukkan bagi atlet dan pelatih. Dana pembinaan tersebut, kata dia, masih tersedia dan tidak hilang sebagaimana kekhawatiran yang berkembang. Saat ini, dana hibah untuk KONI Kota Blitar sebesar Rp2,8 miliar juga telah disiapkan. Namun, proses pencairannya harus tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku. "Makanya mohon maaf, saya kepada seluruh atlet, ya, pelatih, saya mohon maaf. Dana Anda enggak hilang! Dana Anda masih ada! Itu juga bukan dana Anda, itu dana pemerintah mau dikasihkan ke Anda!" tegasnya.

Mas Ibin juga membantah jika Pemkot Blitar disebut menghambat pencairan dana hibah KONI. Menurutnya, pencairan dapat dilakukan setelah persoalan hukum dan administrasi di internal KONI selesai, termasuk terpilihnya ketua umum definitif. "Ya, nanti kalau proses-proses hukumnya sudah legal, sudah formal, maka pasti akan dicairkan," tandasnya.

Pemkot Blitar berharap dana hibah tersebut nantinya dikelola secara bijak dan sesuai aturan. Pemerintah juga ingin memastikan tidak ada lagi keluhan mengenai kecilnya anggaran yang diterima atlet dibandingkan dengan besarnya dana yang telah dialokasikan untuk pembinaan olahraga.

Editor: Yoyok Agusta Kurniawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut