get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎Usai Ratusan Santri Keracunan, Operasional SPPG Kalitengah Dihentikan

Belajar Mengajar Dihentikan Sementara, Ponpes Manbaul Hikam Tanggulangin Pantau Kesehatan Santri

Rabu, 02 September 2026 | 19:17 WIB
header img
Setiap santri ponpes Mambaul Hikam dipantau kesehatannya, sehingga proses belajar di ponpes dihentikan. Foto:ist

SIDOARJO - Aktivitas belajar mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, untuk sementara dihentikan. 

Langkah ini diambil setelah ratusan santri mengalami gejala sakit yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di tengah penanganan para santri yang masih berlangsung, pihak ponpes kini memperketat pemantauan kondisi kesehatan seluruh penghuni. 

Pemeriksaan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada santri yang kembali mengalami gejala.

Koordinator Bidang Humas Ponpes Manbaul Hikam, Bahron Nafi', mengatakan pemantauan dilakukan secara intensif hingga kondisi benar-benar dinyatakan kondusif. "Setiap 15 menit kami terus memantau kesehatan santri. Kami mengecek ke kamar-kamar untuk melihat kondisi kesehatan mereka," ujar Bahron, Rabu (2/9/2026).

Sejumlah santri bahkan baru dilarikan ke rumah sakit pada Rabu siang setelah mulai merasakan keluhan sejak dini hari. "Siang baru ada yang dibawa ke RSUD karena baru mengalami gejala sejak subuh tadi," ungkapnya.

Sementara itu, makanan MBG yang diterima ponpes diperuntukkan bagi konsumsi makan siang. Dalam sehari, terdapat sekitar 1.000 porsi menu MBG yang didistribusikan kepada para santri.

Tak hanya santri, sejumlah guru juga sempat mencicipi makanan tersebut. Sedikitnya terdapat 10 guru yang ikut mengonsumsi menu MBG.

Bahron menyebut, berdasarkan informasi yang diterima pihak ponpes, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang memasok makanan tersebut dinilai layak. 

Namun, pihak ponpes belum mengetahui secara pasti makanan yang diterima merupakan hasil masakan sesi pertama atau kedua. "Informasi yang kami terima, masakan yang dimasak SPPG ada dua sesi. Masakan tersebut dibuat untuk dikonsumsi pagi dan siang. Kami belum tahu makanan yang diterima ponpes ini yang dimasak pada jam berapa," jelasnya.

Menurutnya, kejadian tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam pelaksanaan program MBG. 

Pihak ponpes berharap program tersebut tetap dapat berjalan dengan baik setelah dilakukan evaluasi menyeluruh. "Kami berharap ada hikmah dari kejadian yang terjadi ini. Ada evaluasi untuk program MBG, baik untuk semua pihak terkait. Harapannya program ini bisa terlaksana dengan baik," katanya.

Untuk sementara waktu, kegiatan belajar mengajar di lingkungan ponpes diistirahatkan. 

Kebijakan tersebut dilakukan sembari menunggu pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan tidak ada lagi santri yang mengalami keluhan kesehatan. "Proses belajar mengajar kami istirahatkan dahulu sambil menunggu situasi menjadi kondusif dan terjaga, serta memastikan santri tidak ada yang sakit lagi dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut," tegas Bahron.

Bahron juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu proses penanganan para santri sejak Rabu malam hingga siang hari. "Kami berterima kasih atas bantuan dari berbagai pihak yang membantu penanganan, mulai dari tadi malam hingga siang hari. Alhamdulillah, semuanya sudah tertangani dengan baik dan kondisi mereka membaik," pungkasnya.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut