Ratusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Usai Santap
Sementara itu, Warti, warga yang rumahnya berada tepat di depan pondok pesantren, mengatakan makanan MBG telah tiba di lingkungan pesantren sekitar pukul 10.00 WIB. Menurutnya, makanan tersebut biasanya baru dibagikan kepada para santri sekitar pukul 12.00 WIB.
Sebagian santri langsung menyantap makanan, sementara sebagian lainnya menyimpannya untuk dimakan kemudian karena masih mengikuti kegiatan belajar. "MBG dikirim sekitar pukul 10.00 pagi. Biasanya dibagikan sekitar pukul 12.00. Ada yang langsung dimakan dan ada yang dimakan sore hari karena masih ada pelajaran," kata Warti.
Warti menuturkan, gejala kesehatan mulai terlihat menjelang Magrib. Sejumlah santri disebut mengalami muntah-muntah. "Mulai ada yang muntah-muntah sebelum Magrib. Setelah Magrib ambulans mulai berdatangan," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan kepada para santri pada hari tersebut terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis baby corn, tempe bumbu Bali, dan buah apel. Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan Hingga Selasa malam, para santri yang mengalami keluhan masih mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Belum dapat dipastikan apakah keluhan kesehatan tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan MBG.
Dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan medis terhadap para santri serta pengecekan terhadap makanan yang dikonsumsi.
Pihak terkait juga masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap para santri yang mengalami keluhan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para santri masih dalam proses pemeriksaan. Informasi lebih lanjut mengenai kondisi para santri dan hasil pemeriksaan akan menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Editor: Yoyok Agusta Kurniawan