Truk Trailer Salah Jalur, Tersangkut Besi Pembatas Underpass Tol Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Perjalanan sebuah truk trailer di kawasan underpass Tol Sidoarjo mendadak terhenti setelah kendaraan tersebut salah memilih jalur hingga masuk ke underpass dan tersangkut besi pembatas, Jumat (28/8/2026).
Truk trailer bernomor polisi L 8354 UDD itu sebelumnya melaju dari arah Sidoarjo Kota menuju Cemengkalang. Namun, lantaran salah mengambil jalur, kendaraan tersebut justru masuk ke kawasan underpass dan bagian truk tersangkut pada besi pembatas.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo Iptu Celvin Fernando Samosir membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, petugas langsung diterjunkan ke lokasi setelah mendapat informasi adanya truk trailer yang tersangkut. “Awalnya truk dari arah Sidoarjo Kota menuju Cemengkalang. Karena salah pilih jalur, akhirnya tersangkut di underpass,” ujar Celvin.
Petugas kemudian melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan akibat proses evakuasi truk. “Kami telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan arus,” katanya.
Selain mengatur lalu lintas, Satlantas Polresta Sidoarjo juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengevakuasi truk trailer tersebut. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat dan mobil derek agar kendaraan dapat segera dilepaskan dari besi pembatas. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi agar truk trailer yang tersangkut bisa segera dilepaskan,” jelasnya.
Proses evakuasi akhirnya berhasil dilakukan. Setelah truk berhasil dilepaskan dari besi pembatas dan dievakuasi dari lokasi, kondisi arus lalu lintas di sekitar underpass tol Sidoarjo kembali normal dan lancar.
Petugas juga memastikan jalur kembali dapat dilalui kendaraan secara normal. Pengendara yang melintas di kawasan tersebut diimbau tetap berhati-hati serta memperhatikan rambu dan petunjuk arah agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Editor : Hidayat Adi