get app
inews
Aa Text
Read Next : Tiga Maling Kabel dan Trafo Listrik di Balongbendo Sidoarjo Dibekuk Warga

Penutupan Jalan Kembar Ngreco Tuai Reaksi Warga, Arus Blitar-Malang Dialihkan Lewat Lahor

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:09 WIB
header img
Jalan kembar Ngreco yang menghubungkan Blitar-Malang ditutup sepanjang 5 km, kendaraan dalihkan lewat Lahor. (Foto:Yoyok Agusta).

BLITAR, iNewsSidoarjo.idPenutupan Jalan Kembar Ngreco sepanjang sekitar lima kilometer yang menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Malang resmi diberlakukan mulai 1 Agustus 2026. Kebijakan tersebut memicu beragam reaksi dari warga, terutama para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.

Dengan ditutupnya akses Jalan Kembar Ngreco di Kecamatan Selorejo, seluruh arus lalu lintas kendaraan roda dua mapun empat atau lebih dari dan menuju Malang dialihkan melalui jalur utama Lahor. 

Dari pantauan di lapangan, aparat kepolisian bersama TNI melakukan penjagaan di pintu masuk Jalan Kembar Ngreco untuk memastikan proses peralihan arus lalu lintas berlangsung tertib. Petugas juga memberikan sosialisasi kepada pengguna jalan mengenai perubahan jalur yang mulai berlaku hari ini.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Blitar, AKP Soni Suhartanto, mengatakan kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk pendampingan pengamanan atas permintaan pengelola bendungan. "Ini sesuai permintaan pengamanan dan pendampingan terkait pembatasan arus yang masuk ke bendungan oleh PJT. Kami dari Polres hanya melakukan pendampingan pengamanan, sedangkan yang melaksanakan penutupan tetap PJT. Pengamanan dilakukan sampai sesuai permintaan PJT, nanti apabila situasi sudah landai akan kami sesuaikan," ujar AKP Soni.

Menurutnya, mayoritas masyarakat dari Blitar menuju Malang telah mengetahui perubahan arus lalu lintas melalui sosialisasi yang dilakukan sebelumnya. "Untuk hari ini warga masyarakat dari Blitar menuju Malang sudah memahami melalui imbauan di media sosial dan langsung melintas lewat jalur atas. Yang bisa melintas hanya kendaraan roda dua dan roda tiga. Namun apabila di jalur nasional terjadi kendala, seperti kecelakaan atau truk terguling, dari PJT I sudah menyiapkan skema agar kendaraan roda empat bisa melintas di sini," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan merupakan penyekatan kendaraan. "Ini bukan penyekatan, melainkan sosialisasi pembatasan karena usia jembatan di bendungan sudah lebih dari 50 tahun dan perlu dilakukan pemeliharaan," tambahnya.

Di sisi lain, penutupan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Salah seorang pedagang ikan di kawasan Bendungan Lahor, Suhartini, mengaku omzet penjualannya menurun drastis sejak akses jalan ditutup. "Sekarang jadi terlalu sepi. Cari untung sudah susah. Dulu banyak mobil yang lewat, parkir lalu mampir membeli ikan. Kalau memang tidak boleh ya bagaimana lagi, tapi kalau bisa jangan ditutup, kasihan orang yang cari makan di sini," ungkap Suhartini yang telah berjualan ikan nila, gabus, dan patin sejak 1995.

Ia menuturkan, sebelum penutupan jalan, penjualan ikan setiap hari bisa mencapai 10 hingga 15 kilogram. Namun kini jumlah pembeli menurun karena kendaraan yang melintas jauh lebih sedikit.

Kekecewaan juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Selorejo. Camat Selorejo, Agung Nugroho Sutamat, mengatakan masyarakat sebelumnya telah memberikan masukan agar penutupan ditunda hingga tersedia jalan alternatif yang memadai. "Warga merasa kecewa karena sebelumnya PJT melakukan sosialisasi dan meminta saran serta masukan. Masyarakat mengusulkan agar jalan tetap dibuka sambil menunggu jalan alternatif yang layak dibangun oleh PJT. Dampaknya tentu terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Ngreco, Boro, Olak Alen, dan Selorejo yang selama bertahun-tahun menggantungkan mata pencaharian di kawasan ini," jelas Agung.

Data pemerintah kecamatan mencatat terdapat lebih dari 100 pedagang yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Kembar Ngreco. Dengan diberlakukannya penutupan akses tersebut, para pedagang khawatir aktivitas usaha mereka akan semakin sepi akibat berkurangnya jumlah pengguna jalan yang melintas.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut