get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengendara Motor Tercebur ke Sungai Brantas di Tarik, Korban Dalam Pencarian

Ban Pecah, Pikap Muatan Kacang Merah Terguling di Tol Sidoarjo-Waru

Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:53 WIB
header img
Pikap bermuatan kacang merah terguling di tol Sidoarjo-Waru KM 749/B, setelah mengalami pecah ban. (Foto: Istimewa).

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id — Arus lalu lintas di ruas Tol Sidoarjo arah Waru mendadak tersendat pada Selasa pagi (18/8/2026). Sebuah pikap terguling di KM 749/B sekitar pukul 06.40 WIB, tepat ketika volume kendaraan meningkat akibat aktivitas masyarakat menuju tempat kerja.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan tunggal tersebut diduga terjadi setelah ban kendaraan mengalami pecah. Pikap yang membawa muatan kacang merah itu kemudian kehilangan kendali hingga terguling di tengah ruas tol.

Kanit Jatim 2 AKP Mulyani membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Menurutnya, posisi kendaraan yang terguling sempat menghambat arus lalu lintas karena terjadi pada jam sibuk pagi hari. "Benar, ada kecelakaan tunggal di KM 749/B Sidoarjo arah Waru, bermuatan kacang merah. Sempat membuat macet karena peristiwa tersebut terjadi saat jam padat," ujar Mulyani.

Pikap bernopol P 8150 AI tersebut dikemudikan Adi, warga asal Pamekasan. Meski kendaraan terguling dan sempat mengganggu kelancaran arus, kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Petugas kemudian melakukan proses evakuasi menggunakan kendaraan derek Jasa Marga. Setelah pikap berhasil dipindahkan dari badan jalan, arus kendaraan di ruas tol Sidoarjo arah Waru kembali berangsur lancar.

Dalam kecelakaan tersebut tidak ada laporan korban jiwa. Pengendara yang melintas diimbau tetap berhati-hati terutama saat melintasi ruas tol pada jam sibuk serta mengecek kendaraan saat hendak bepergian.

Editor : Hidayat Adi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut