get app
inews
Aa Text
Read Next : Tinggal Sebentar ke Belakang Warkop Manyar Sedati Agung Sidoarjo, Dua Ponsel Raib Digondol Teman

Operasi Pekat Diduga Bocor, Satpol PP Sidoarjo Tetap Amankan Miras dan LC, Mimik: Sikat Habis!

Minggu, 12 Juli 2026 | 17:09 WIB
header img
Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana saat turun langsung operasi Pekat di Sidoarjo. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Dugaan kebocoran informasi mewarnai pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Sabtu (11/7) malam.

Saat aparat gabungan menyisir sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi praktik prostitusi dan peredaran minuman keras (miras), sebagian besar warung remang-remang telah tutup dan aktivitas di dalamnya nyaris tidak ditemukan.

Meski demikian, operasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana itu tetap membuahkan hasil. Petugas mengamankan 12 botol minuman keras, enam Lady Companion (LC), serta seorang pemilik warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo. Seluruhnya dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan administrasi serta skrining kesehatan, termasuk tes HIV/AIDS oleh Dinas Kesehatan.

Operasi berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.00 dengan melibatkan personel Kodim 0816 Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dispendukcapil Kabupaten Sidoarjo. Tiga lokasi menjadi sasaran, yakni kawasan warung remang-remang di Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, lokalisasi Krengseng di Desa Jerukgamping, Kecamatan Krian, serta warung karaoke di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo.

Di dua lokasi pertama, petugas tidak menemukan Pekerja Seks Komersial (PSK). Yang tersisa hanya bilik-bilik kamar, alat kontrasepsi, serta beberapa orang yang diduga dalam kondisi mabuk. Di kawasan Krengseng, petugas juga membongkar dan memusnahkan sebagian bangunan yang diduga digunakan untuk praktik asusila.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan mengatakan, Operasi Pekat merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan ketertiban umum sekaligus menekan penyebaran HIV/AIDS yang masih menjadi persoalan di Kabupaten Sidoarjo. "Ya, kegiatan pada malam ini adalah Operasi Pekat yang kita lakukan bersama TNI-Polri, Dinas Kesehatan, dan Dispendukcapil dalam rangka mewujudkan kondisi aman di Sidoarjo," ujarnya.

Yany menegaskan, operasi tersebut tidak hanya menyasar praktik prostitusi dan peredaran minuman keras, tetapi juga menjadi langkah deteksi dini terhadap penyakit menular. "Kami juga melaksanakan deteksi dini terhadap penyakit menular HIV/AIDS. Perlu diketahui bahwa kasus HIV/AIDS di Sidoarjo masih tinggi. Karena itu kami melakukan pemeriksaan secara acak untuk mengantisipasi penyebaran," katanya.

Selain itu, petugas juga melakukan pendataan identitas terhadap penghuni maupun pekerja yang berada di lokasi razia. "Bagi yang tidak ber-KTP juga kita laksanakan identifikasi bersama Catatan Sipil," tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Raden Novianto Koesno Adi Putro mengungkapkan, petugas masih menemukan warung yang menjual minuman keras secara ilegal. "Ada tempat-tempat warkop yang digunakan menjual miras. Ini menjadi perhatian karena dampak alkohol dapat memicu gangguan ketertiban umum, tindak kejahatan, maupun kekerasan," jelasnya.

Terkait dugaan kebocoran informasi operasi, Novianto mengakui hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal. Namun, ia menegaskan kehadiran pemerintah di lapangan tetap menjadi hal yang paling penting. "Kegiatan itu sudah kami upayakan seminimal mungkin agar tidak bocor. Tapi terlepas dari itu, pemerintah harus hadir di masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman," tegasnya.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana juga mengakui sebagian besar lokasi sasaran sudah lebih dahulu sepi ketika aparat tiba. Kondisi tersebut diduga akibat informasi operasi telah lebih dulu tersebar. "Ada tiga titik tadi, tapi bocor. Jadi sudah sepi ketika kita datang," ujar Mimik.

Meski demikian, ia memastikan Operasi Pekat akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga praktik prostitusi dan peredaran minuman keras dapat diberantas. "Terusan ini. Sikat habis! Sidoarjo harus bersih, nyaman, dan asri," tandasnya.

Di Desa Lebo, Mimik turut menyoroti keberadaan lapak karaoke yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD). Ia meminta pemerintah desa melakukan pendataan dan penataan ulang terhadap seluruh lapak agar pengelolaannya lebih tertib. "Lapak-lapak ini berada di tanah kas desa. Kepala desa yang baru nanti harus mendata ulang, berapa jumlah lapaknya, bagaimana pengelolaannya, termasuk pemasukan untuk desa," katanya.

Selain itu, Mimik juga menginginkan kawasan warung remang-remang di Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, ditata menjadi ruang terbuka hijau agar memberikan manfaat bagi masyarakat. "Tempat di Krembung itu harus segera dibersihkan. Ke depan bisa dimanfaatkan menjadi ruang terbuka hijau atau taman agar lebih bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut