get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Hilang Kendali, Pengendara Honda CBR Tabrak Pikap Parkir di Taman Sidoarjo

Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gilang Taman Sidoarjo, Ini Dugaan Penyebabnya

Kamis, 11 Juni 2026 | 20:28 WIB
header img
Proses evakuasi jenazah lansia dibantu warga setempat. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya di Desa Gilang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Rabu (10/6) petang. Korban diketahui bernama Jarwo Utami, 68, warga Dusun Penambangan, Desa Krembangan, Kecamatan Taman.

Penemuan jasad korban bermula saat seorang warga bernama Suratini, 80, datang ke kamar kos korban sekitar pukul 17.30 WIB untuk mengantarkan makanan sebelum berangkat ke musala. Namun setibanya di lokasi, ia mendapati korban terbaring di atas tempat tidur dan tidak merespons saat dipanggil maupun dibangunkan.

Merasa ada yang tidak beres, Suratini kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memeriksa kondisi korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban dipastikan telah meninggal dunia. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Ketua RT setempat yang kemudian meneruskan informasi itu kepada pihak kepolisian.

Petugas Polsek Taman yang menerima laporan sekitar pukul 18.30 WIB langsung mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan mengatakan, hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi tindak pidana lainnya. “Petugas telah mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya memang sedang dalam kondisi sakit,” ujar Kompol Bagus, Kamis (11/6).

Sementara itu, Suratini mengaku terkejut ketika korban tidak memberikan respons saat dibangunkan. “Saya datang untuk mengantarkan makanan dan membangunkan beliau. Namun setelah beberapa kali dipanggil tidak ada jawaban, sehingga saya meminta bantuan tetangga untuk memeriksa kondisinya,” tuturnya.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan Visum Et Repertum (VER). “Keluarga telah membuat surat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum,” tambahnya.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut