Gudang Rongsokan Elektronik di Balongbendo Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Kepulan asap tebal yang membumbung dari sebuah gudang penyimpanan rongsokan elektronik di Dusun Gagang, Desa Gagang Kepuhsari, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, membuat warga sekitar panik, Kamis (4/6) pagi.
Kobaran api yang muncul saat sebagian besar warga masih beraktivitas pagi hari itu melalap sejumlah barang bekas di dalam gudang sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, berbagai material rongsokan berupa bekas stop kontak dan komponen elektronik lainnya hangus terbakar.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 06.00 oleh seorang warga bernama Lilis Endah. Saat itu, ia melihat asap tebal keluar dari dalam gudang yang berada di kawasan permukiman warga. Menyadari adanya kebakaran, Lilis segera menghubungi pemilik gudang, Liean Bisma Harianto atau yang akrab disapa Ko Hu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas di gudang tersebut telah berakhir sekitar pukul 04.00 WIB. Para pekerja meninggalkan lokasi untuk beristirahat. Namun, sekitar dua jam kemudian, api tiba-tiba muncul dari dalam bangunan yang berisi tumpukan rongsokan elektronik. Laporan kebakaran yang diterima petugas langsung ditindaklanjuti.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Krian bersama personel Polsek Balongbendo diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar gudang. Setelah kurang lebih satu jam, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.00 WIB.
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran. "Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Beruntung api dapat segera dipadamkan sehingga tidak merembet ke bangunan warga di sekitar lokasi. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa," ujar Sugeng.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang rongsokan yang tersimpan di dalam gudang mengalami kerusakan dan hangus terbakar. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian material yang ditimbulkan.
Sugeng juga mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang mudah terbakar. "Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik untuk mengantisipasi terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran, khususnya di gudang atau bangunan penyimpanan barang yang mudah terbakar," tegasnya.
Saat ini kondisi lokasi telah kembali kondusif setelah petugas menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan. Sementara itu, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Editor : Aini Arifin