get app
inews
Aa Text
Read Next : Tangis Haru Warnai Kunjungan Lebaran di Lapas Kelas IIB Blitar, Ratusan Keluarga Melepas Rindu

Berkelakuan Baik, 43 Warga Binaan Lapas Sidoarjo Diusulkan Dapat Program Integrasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 21:08 WIB
header img
Sidang tim pemasyarakatan Lapas Sidoarjo. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Harapan puluhan warga binaan untuk segera kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat semakin terbuka.

Lapas Kelas IIA Sidoarjo memberikan lampu hijau terhadap berbagai usulan program integrasi dan pembinaan bagi 43 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dinilai telah menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pidana.

Persetujuan tersebut diputuskan dalam Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Dalam sidang tersebut, TPP membahas 20 usulan Pembebasan Bersyarat (PB), enam usulan Cuti Bersyarat (CB), 12 usulan penempatan Tahanan Pendamping (Tamping), serta lima usulan Asimilasi.

Setelah melalui proses penelitian, pengamatan, dan penilaian secara menyeluruh, tim menyetujui usulan Pembebasan Bersyarat dan Cuti Bersyarat bagi warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif.

Selain itu, TPP juga menyetujui penempatan Tamping pada sejumlah bidang strategis di dalam lapas, mulai dari Bimbingan Kerja (Bimker), dapur, klinik hingga registrasi. Sementara lima warga binaan lainnya dinyatakan layak memperoleh program Asimilasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan bahwa Sidang TPP merupakan tahapan penting dalam proses pembinaan warga binaan sebelum kembali ke masyarakat. “Sidang TPP menjadi sarana evaluasi yang objektif dalam menentukan kelayakan warga binaan untuk memperoleh program pembinaan maupun integrasi. Seluruh proses dilaksanakan secara akuntabel, transparan, dan berpedoman pada peraturan yang berlaku guna mendukung keberhasilan pembinaan serta reintegrasi sosial warga binaan,” tegas Disri, Rabu (3/6).

Menurutnya, setiap usulan yang masuk tidak serta-merta disetujui. Tim terlebih dahulu melakukan kajian mendalam terhadap berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, syarat substantif, hingga perilaku warga binaan selama menjalani pembinaan di dalam lapas. “Program integrasi diberikan kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku positif dan memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan. Tujuannya agar proses pembinaan benar-benar memberikan dampak bagi kesiapan mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Sidang TPP dipimpin langsung oleh Ketua TPP dan dihadiri 11 peserta yang terdiri atas satu sekretaris dan 10 anggota. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mekanisme pembinaan untuk memastikan seluruh program integrasi maupun penempatan pembinaan diberikan secara objektif, transparan, dan tepat sasaran.

Sebagai tindak lanjut hasil sidang, Lapas Kelas IIA Sidoarjo akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap warga binaan yang diusulkan memperoleh program integrasi maupun pembinaan. Koordinasi antar seksi juga akan terus diperkuat guna memastikan seluruh tahapan pengusulan berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui proses yang ketat dan terukur tersebut, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berharap program pembinaan tidak hanya menjadi pemenuhan administrasi semata, tetapi benar-benar mampu membentuk warga binaan yang siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut