Banjir Rob Ganggu Aktivitas Perekonomian Warga, Petambak Rugi Miliaran Rupiah
Biasanya, akhir pekan selalu menjadi waktu favorit pengunjung untuk melepas penat dengan memancing di kolam pemancingan, sekaligus menyerahkan hasil pancingan untuk diolah menjadi aneka menu untuk dimakan bersama.
Namun sejak banjir rob, tidak ada pemancing maupun pembeli makanan yang ia jual. “Biasanya Sabtu Minggu ramai, habis mancing orang-orang mampir makan di sini. Tapi sekarang sejak ada rob jarang yang mau mancing dan mampir ke tempat makan kami,” ujar Kholifah.
Selain pemilik warung makan, sepinya usaha dirasakan para penjual jasa pencabutan duri ikan bandeng yang banyak berada di sekitar kolam pemancingan maupun warung makan desa Tambak Cemandi. Pada hari Sabtu dan Minggu, biasanya banyak pemancing yang mencabutkan duri ikan bandeng, sebelum dibawa pulang maupun dimasakkan ke para pemilik warung makan.
Namun sejak banjir rob datang, hampir tidak ada yang menggunakan jasa tersebut. Warga berharap pemerintah kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian serius terhadap fenomena tahunan yang berdampak pada perekonomian warga tersebut.
Diantaranya dengan langkah nyata melalui peninggian jalan dan tanggul desa, agar aktivitas masyarakat tidak terus lumpuh saat rob datang kembali. Dua hal itu dianggap warga paling krusial saat ini, untuk meminimalisasi dampak luapan air laut yang menerjang desa mereka.
Editor : Aini Arifin