get app
inews
Aa Text
Read Next : Operasi Pekat Diduga Bocor, Satpol PP Sidoarjo Tetap Amankan Miras dan LC, Mimik: Sikat Habis!

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Perekonomian Warga, Petambak Rugi Miliaran Rupiah

Rabu, 20 Mei 2026 | 13:42 WIB
header img
kondisi warung makan dan tambak di desa Tambak Cemandi, saat banjir rob belum datang. Saat rob menerjang, wilayah ini akan tergenang luapan air laut hingga menyulitkan akses kendaraan maupun warga yang beraktivitas. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Banjir rob yang terjadi di desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, juga berdampak pada sektor perekonomian warga. Selan merendam jalan dan permukiman, luapan air laut menggenangi ratusan tambak milik petani tambak di kawasan pesisir pantai.

Berdasarkan data yang diperoleh dari ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Desa Tambak Cemandi, Thohir, ada sekitar 207 tambak di area pesisir pantai yang menjadi langganan terjangan banjir rob, hingga tidak lagi produktif.

Bahkan petani tambak dipastikan gagal panen, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. “Ada 207 pintu tambak yang tidak bisa produktif, gagal panen. Kalau dihitung-hitung dari seluruh tambak yang tidak produktif itu, kerugian bisa mencapai Rp20 miliar,” jelas Thohir.

Tak hanya petani tambak, banjir rob juga berdampak pada sektor perekonomian warga lainnya, seperti usaha kolam pemancingan pemilik usaha kuliner, hingga penjual jasa pencabutan duri ikan bandeng. Genangan air laut di jalan desa, menyebabkan pengunjung dan pembeli menurun drastis.

Bahkan, banyak warung makan hingga penjual jasa cabut duri ikan bandeng memilih tutup karena sepinya pembeli saat banjir datang. Salah satu pedagang warung makan, Kholifah, mengaku pendapatannya menurun sejak rob semakin sering terjadi.

Biasanya, akhir pekan selalu menjadi waktu favorit pengunjung untuk melepas penat dengan memancing di kolam pemancingan, sekaligus menyerahkan hasil pancingan untuk diolah menjadi aneka menu untuk dimakan bersama.

Namun sejak banjir rob, tidak ada pemancing maupun pembeli makanan yang ia jual. “Biasanya Sabtu Minggu ramai, habis mancing orang-orang mampir makan di sini. Tapi sekarang sejak ada rob jarang yang mau mancing dan mampir ke tempat makan kami,” ujar Kholifah.

Selain pemilik warung makan, sepinya usaha dirasakan para penjual jasa pencabutan duri ikan bandeng yang banyak berada di sekitar kolam pemancingan maupun warung makan desa Tambak Cemandi. Pada hari Sabtu dan Minggu, biasanya banyak pemancing yang mencabutkan duri ikan bandeng, sebelum dibawa pulang maupun dimasakkan ke para pemilik warung makan.

Namun sejak banjir rob datang, hampir tidak ada yang menggunakan jasa tersebut. Warga berharap pemerintah kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian serius terhadap fenomena tahunan yang berdampak pada perekonomian warga tersebut.

Diantaranya dengan langkah nyata melalui peninggian jalan dan tanggul desa, agar aktivitas masyarakat tidak terus lumpuh saat rob datang kembali. Dua hal itu dianggap warga paling krusial saat ini, untuk meminimalisasi dampak luapan air laut yang menerjang desa mereka.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut