Banjir Rob Rendam Tambak Cemandi, Jalan Desa dan Pemukiman Tergenang
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id – Banjir rob Kembali menggenangi area desa Tambak Cemandi, kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Luapan air laut menyebabkan jalanan dan area pemukiman warga tergenang air. Kondisi ini terjadi pada saat air laut pasang, sekitar pukul 10.00 WIB hingga sore hari.
Dalam periode waktu itu, ketinggian air bisa mencapai lutut orang dewasa, dan berangsur surut menjelang petang. Meski banjir rob ini terjadi setiap tahun sejak 2017 silam, namun warga menyebut kondisinya semakin parah dari tahun ke tahun.
Alhasil, banjir akibat luapan air laut itu membuat masyarakat pesisir resah, karena aktivitas sehari-hari dan mata pencaharian mereka terganggu. Ketua LPMD Desa Tambakcemandi, Thohir, mengatakan banjir rob kini menjadi persoalan tahunan yang terus berulang bahkan bisa terjadi beberapa kali dalam setahun.
Menurutnya, puncak rob biasanya terjadi pada bulan Mei hingga Juni saat siang hari. Hal itu kemudian berulang pada bulan November hingga Desember, namun terjadinya pada malam hari. “Sejak dulu sampai sekarang ini enggak ada solusi terbaik untuk penanganan masalah banjir. Seingat saya, sejak tahun 2018 sampai sekarang, banjirnya semakin parah” ujar Thohir.
Di wilayah permukiman, rob paling parah dirasakan warga Dusun Gisik Kidul Desa Tambakcemandi meliputi RT 1 hingga RT 4. Sekitar 300 keluarga tercatat terdampak karena rumah mereka terus terendam air laut saat pasang datang. Selain Tambak Cemandi, kawasan pertambakan di desa tetangga seperti Kalanganyar juga dilaporkan ikut terdampak luapan air laut.
Menurut Thohir, warga sebenarnya sudah berupaya melakukan penanganan secara mandiri dengan membangun tanggul darurat. Namun tanggul tersebut kerap jebol saat ombak dan debit air meningkat.
Di sisi lain, bantuan alat berat yang diajukan warga sejak 2021 disebut belum pernah terealisasi. “Warga sebenarnya sudah membuat tanggul cuma jebol lagi, jebol lagi. Cuma bantuan sampai sekarang ini belum ada. Dulu tahun 2021 saya mengajukan alat berat (back hoe, red) untuk pembenahan, tapi sampai sekarang enggak ada,” keluhnya.
Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera memberikan perhatian serius dengan langkah nyata, terutama peninggian akses jalan dan tanggul desa agar aktivitas masyarakat tidak terus lumpuh saat rob datang kembali.
Warga berharap masalah jalan maupun tanggul bisa ditinggikan sebagai langkah antisipasi banjir rob sekaligus membantu memulihkan perekonomian para pelaku usaha yang berada di kawasan tersebut.
Editor : Aini Arifin