Warga Kesamben Diduga Hanyut di Sungai Brantas saat Cari Ikan, Tim SAR Sisir Sejauh 4,6 Kilometer
BLITAR, iNewsSidoarjo.id – Seorang warga asal Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, diduga hanyut saat mencari ikan di aliran Sungai Brantas usai proses flushing atau pengerukan endapan lumpur di Bendungan Wlingi Raya, Selasa (19/5/2026). Hingga sore hari, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
Korban diketahui bernama Isnaini, warga Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Diduga korban terseret arus sungai saat aktivitas mencari ikan di sekitar aliran Sungai Brantas.
Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Imam Nahrowi mengatakan, pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (18/6) dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian. “Kami mendapatkan informasi sekitar pukul 16.00 WIB, kemudian langsung menuju lokasi. Dari BPBD disampaikan bahwa benar ada seseorang atas nama Bapak Isnaini, warga Kesamben, yang diduga hanyut saat mencari ikan di Bendungan Serut,” ujarnya.
Menurut Imam, proses pencarian saat ini telah memasuki hari kedua. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran arus sungai di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah Bendungan Serut. “Untuk pencarian, hari ini memasuki hari kedua. Tim melakukan penyisiran arus sungai di sekitar lokasi kejadian. Namun apabila korban masih belum ditemukan, pencarian akan diperluas hingga Bendungan Serut,” katanya.
Selain penyisiran melalui jalur sungai, petugas juga menyiagakan tim darat di sejumlah titik strategis. “Ada tim darat yang disiagakan di empat titik, termasuk di area jembatan Bendungan Serut,” ucapnya.
Imam menambahkan, proses pencarian terkendala kondisi debit air yang berubah akibat flushing di Bendungan Wlingi Raya. Air sungai yang keruh juga menyulitkan proses pencarian di bagian bawah aliran sungai. “Karena saat ini masih berlangsung flushing atau pladu, debit air mengalami perubahan. Selain itu, kondisi air yang keruh juga menjadi kendala dalam proses pencarian, terutama di bagian bawah sungai,” tuturnya.
Dalam operasi pencarian tersebut, sekitar 40 hingga 50 personel gabungan diterjunkan. Tim juga menggunakan satu unit perahu karet untuk menyisir aliran sungai sepanjang kurang lebih 4,6 kilometer, mulai dari Bendungan Wlingi Raya hingga Bendungan Serut di wilayah Lodoyo.
Editor : Aini Arifin