Gangster Serang Warga di Wunut Porong Sidoarjo, Korban Dipukul Botol Bir hingga Kepala Luka
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Warga di sebuah warung kopi (warkop) Desa Wunut, Kecamatan Porong, Sidoarjo, mendadak ketakutan, setelah sekelompok pemuda diduga anggota gangster melakukan penyerangan terhadap seorang warga.
Korban yang saat itu berusaha menyelamatkan diri mengalami luka di bagian kepala usai dipukul menggunakan botol minuman keras oleh pelaku.
Penjaga warung kopi, Riko, mengatakan korban datang ke warung dalam kondisi panik dan terluka setelah dikejar dua pemuda yang berboncengan sepeda motor. “Sebelum masuk ke warung, korban sudah dikejar dan dianiaya di jalan. Informasinya habis pulang memancing,” ujar Riko ke iNews Sidoarjo, Selasa (12/5).
Menurut dia, korban bersama beberapa temannya kemudian berlari masuk ke warung sambil meminta bantuan melalui telepon kepada rekan lainnya. Situasi semakin mencekam karena para pelaku disebut membawa senjata tajam menyerupai celurit panjang. “Di tengah jalan pelaku sempat memukul kepala korban memakai botol bir. Setelah itu korban sama teman-temannya langsung masuk ke warung untuk menyelamatkan diri,” katanya.
Tak hanya menyerang korban, kelompok tersebut juga merusak sepeda motor milik korban yang terparkir di depan warung. Motor itu ditabrakkan hingga mengenai kursi warung kopi. “Mereka bawa sajam seperti celurit panjang. Untungnya bangunan warung tidak rusak,” tambahnya.
Usai melakukan aksi penyerangan, sekitar 15 remaja yang diduga bagian dari kelompok gangster itu langsung meninggalkan lokasi secara bergerombol. Kepala Desa Wunut, Puji Daryo, mengungkapkan dirinya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga terkait keributan tersebut, Jumat (8/5).
Saat tiba di lokasi, ia menemukan belasan remaja bersembunyi di dalam warung karena takut terjadi serangan susulan. “Kurang lebih ada 12 sampai 15 anak. Mereka ternyata bukan gangster, tetapi korban yang meminta perlindungan kepada warga,” ujar Puji.
Untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan, para remaja itu kemudian dibawa ke rumah kepala desa sebelum pihak kepolisian datang ke lokasi. “Setelah anak-anak berkumpul di rumah saya, saya telepon Polsek Porong,” jelasnya.
Tak lama berselang, warga kembali melaporkan keberadaan enam orang yang diduga anggota gangster masuk ke kawasan RT 14 Desa Wunut. Warga kemudian melakukan pengejaran. “Ada enam orang masuk ke kampung saya. Tiga lolos dan tiga tertangkap warga. Mereka masih anak-anak, usianya sekitar 16 tahun dan mengaku berasal dari Kecamatan Gedangan,” terang Puji.
Tiga remaja yang diamankan warga selanjutnya dibawa ke Polsek Porong untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, polisi memastikan ketiganya tidak terlibat dalam aksi penyerangan di warung kopi tersebut.
Kapolsek Porong Kompol Madya Wira Aji Kusuma mengatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan keterkaitan ketiga remaja itu dengan kelompok pelaku penyerangan. “Setelah kami periksa, tidak ada keterkaitannya dengan kelompok itu sehingga kami lepaskan,” tegasnya.
Editor : Aini Arifin