get app
inews
Aa Text
Read Next : 25 Tersangka Narkoba Dibekuk Selama Maret, Polresta Sidoarjo Selamatkan 4.000 Jiwa

Diduga Terjatuh, Sopir Truk Tewas Mendadak di Area Pergudangan Sinar Gedangan

Rabu, 15 April 2026 | 19:53 WIB
header img
Proses evakuasi sopir truk yang tewas mendadak. Foto:ist.

SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Aktivitas dini hari di kawasan Pergudangan Sinar, Desa Gemurung, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, mendadak berubah mencekam. Seorang sopir truk ditemukan tak bernyawa di samping kendaraannya, Rabu (15/4) pagi.

Korban diketahui bernama Toni Hartoni, 63, warga Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia diduga meninggal dunia setelah terjatuh saat memasang terpal pada truknya. Kapolsek Gedangan Kompol A Agung GPW menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 06.00 WIB.

Namun, korban diperkirakan sudah meninggal sekitar pukul 04.00 WIB di lokasi kejadian, tepatnya di depan Pergudangan Sinar Blok D16. “Sekitar pukul 04.00 WIB, saksi dibangunkan oleh rekannya karena melihat seseorang tergeletak di samping truk. Setelah dicek, ternyata korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Kompol A. Agung GPW.

Berdasarkan keterangan saksi, korban datang ke lokasi bersama anaknya pada Selasa (14/4) untuk mengambil muatan pakan ternak. Setelah proses muat selesai sekitar pukul 02.00 WIB, truk dipindahkan ke area parkir oleh anak korban. Sementara itu, korban masih berada di lokasi untuk mengurus dokumen.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan rekaman CCTV, korban diduga terjatuh saat hendak memasang terpal pada truknya. Polisi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Berdasarkan hasil olah TKP dan rekaman CCTV, korban diduga terjatuh saat memasang terpal pada truknya. Tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian ini,” jelasnya.

Di lokasi, petugas menemukan truk milik korban yang belum sepenuhnya tertutup terpal serta tas berisi dokumen kendaraan. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dan masih mengenakan pakaian lengkap. Pihak keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit sesak napas.

Keluarga pun menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi maupun membawa jenazah ke rumah sakit. “Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak proses autopsi. Kami menghormati keputusan tersebut,” tandasnya.

Saat ini, polisi telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari olah TKP, koordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sidoarjo, hingga memeriksa sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti kejadian.

Editor : Aini Arifin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut