Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Operasi Pekat Diduga Bocor, Satpol PP Sidoarjo Tetap Amankan Miras dan LC, Mimik: Sikat Habis!
Advertisement . Scroll to see content

Harga Kedelai Impor Naik, Ini Strategi Agen Agar Usahanya Tetap Berjalan

Rabu, 08 April 2026 | 22:59 WIB
  • author Hidayat Adi
Harga Kedelai Impor Naik, Ini Strategi Agen Agar Usahanya Tetap Berjalan
Seorang pekerja tengah merapikan tumpukan karung kedelai impor asal Amerika, yang harganya berangsur naik dalam dua pekan terakhir. (Foto : Hidayat Adi)

Kedelai impor diakui pedagang lebih laris karena memiliki kualitas unggul dan bagus, jika digunakan untuk membuat tahu maupun tempe. (Foto: Hidayat Adi)

Saat salah satu merek kedelai telat pasokannya, para pembeli biasanya beralih ke merek lainnya. Secara kualitas, merk gcu atau hiu dan bola yang lebih unggul. Biasanya para pembelinya adalah perajin tahu. Sementara yang lebih laris adalah jenis Senggigi, yang biasanya dibeli oleh para perajin tempe.

Harga keempat jenis kedelai itu antara 10.450 hingga 10.600 rupiah per kilogram. Meski harga kedelai impor naik tiap tahun, namun para pembeli tidak mau beralih ke kedelai lokal. Hal itulah yang menyebabkan Dani tidak kulakan kedelai produksi dalam negeri.

Apalagi menurut Dani, meski harganya jauh lebih murah, namun sulit mendapatkannya. “ Kalau perajin tahu dan tempe disini, tidak mau pakai kedelai lokal, karena katanya hasil produksinya tidak sebagus jika memakai kedelai impor,” ungkapnya. Dani kulakan kedelai impor setiap satu minggu, dengan jumlah 9 ton per sekali kedatangan.

Selain dari beberapa wilayah di Sidoarjo, pelanggannya juga berasal dari luar provinsi bahkan luar pulau. Umumnya mereka adalah perajin tahu maupun tempe, di daerahnya masing-masing.

Dani berharap harga kedelai kembali normal atau minimal tidak naik lagi, agar para perajin tahu dan tempe tetap berproduksi. Apalagi, dua makanan berprotein tinggi itu menjadi santapan keseharian masyarakat di Indonesia.

Editor: Aini Arifin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut