Harga Kedelai Impor Naik, Ini Strategi Agen Agar Usahanya Tetap Berjalan

Saat salah satu merek kedelai telat pasokannya, para pembeli biasanya beralih ke merek lainnya. Secara kualitas, merk gcu atau hiu dan bola yang lebih unggul. Biasanya para pembelinya adalah perajin tahu. Sementara yang lebih laris adalah jenis Senggigi, yang biasanya dibeli oleh para perajin tempe.
Harga keempat jenis kedelai itu antara 10.450 hingga 10.600 rupiah per kilogram. Meski harga kedelai impor naik tiap tahun, namun para pembeli tidak mau beralih ke kedelai lokal. Hal itulah yang menyebabkan Dani tidak kulakan kedelai produksi dalam negeri.
Apalagi menurut Dani, meski harganya jauh lebih murah, namun sulit mendapatkannya. “ Kalau perajin tahu dan tempe disini, tidak mau pakai kedelai lokal, karena katanya hasil produksinya tidak sebagus jika memakai kedelai impor,” ungkapnya. Dani kulakan kedelai impor setiap satu minggu, dengan jumlah 9 ton per sekali kedatangan.
Selain dari beberapa wilayah di Sidoarjo, pelanggannya juga berasal dari luar provinsi bahkan luar pulau. Umumnya mereka adalah perajin tahu maupun tempe, di daerahnya masing-masing.
Dani berharap harga kedelai kembali normal atau minimal tidak naik lagi, agar para perajin tahu dan tempe tetap berproduksi. Apalagi, dua makanan berprotein tinggi itu menjadi santapan keseharian masyarakat di Indonesia.
Editor : Aini Arifin