Harga Kedelai Impor Naik, Ini Strategi Agen Agar Usahanya Tetap Berjalan
SIDOARJO, iNewsSidoarjo.id - Naiknya harga kedelai impor mulai berdampak bagi para agen kedelai impor di Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Mereka mengaku para pembeli mulai mengeluhkan naiknya harga pasca lebaran tahun ini.
Salah satu agen kedelai impor, Muhammad Fardani, mengatakan harga kedelai mulai merangkak naik menjelang idul fitri. Bahkan pasca lebaran, harganya langsung naik 200 rupiah per kilogramnya. “Harga kedelai impor kualitas bagus, saat ini saya jual di harga 10.600 rupiah. Sebelumnya di harga 10.400 hingga 10.500 rupiah,” ucap pria yang akrab disapa Dani.
“Kondisi itu tentu dikeluhkan para pembeli, yang umumnya adalah perajin tahu dan tempe skala rumahan,” imbuhnya. Selain adanya keluhan pedagang, kenaikan harga kedelai impor juga mulai berimbas pada keterlambatan stok kedelai, baik di tingkat distributor maupun agen.
Dani mengaku sempat mendapat info dari distributor bahwa pasokan kedelai terlambat akibat naiknya harga. Kondisi itu juga sempat terjadi di agen miliknya. Kedelai yang biasanya datang setiap Minggu sekali, sempat tertunda dua hari. “Saya biasanya diberi tahu oleh distributor jika pasokan kedelai telat. Bahkan di agen sini, juga sempat telat dua harian. Penyebabnya apa, saya juga tidak tahu,” ujar Dani.
Untuk menyiasati agar roda perekonomian di agennya tetap berjalan, ia sengaja kulakan empat merk kedelai impor asal Amerika, yang berbeda secara kualitas dan harga. Hal itu sebagai cara agar para pembeli tetap memperoleh barang, meski berbeda merek. “Disini saya menjual empat merk, hiu, bola, senggigi dan BW. Keempatnya memiliki harga yang berbeda, namun kualitasnya tidak terlalu beda jauh,” jelas Dani.
Editor : Aini Arifin